Biden Mundur Nyapres saat Masih Batuk Gara-gara COVID-19

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Joe Biden memberikan keterangan pers penutupan KTT NATO ke-75 di Walter E. Washington Convention Center di Washington, DC pada 11 Juli 2024. Foto:  SAUL LOEB/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden memberikan keterangan pers penutupan KTT NATO ke-75 di Walter E. Washington Convention Center di Washington, DC pada 11 Juli 2024. Foto: SAUL LOEB/AFP

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, memutuskan untuk mundur dari pencapresan, pada Minggu (21/7). Keputusan Biden diambil saat dirinya masih menderita COVID-19.

Biden diumumkan menderita COVID-19 pada Rabu pekan lalu. Dia kemudian menghabiskan waktu perawatan di rumahnya di Pantai Rehoboth.

Salah satu orang dekat Biden mengatakan, sang presiden masih menderita gejala COVID-19.

"Dia masih dirawat karena batuk-batuk," ucap sumber dekat Biden seperti dikutip dari Reuters.

Sumber itu menambahkan, selama akhir pekan ini Biden memikirkan tekanan yang datang dari Partai Demokrat memintanya mundur.

"Dia membaca suratnya kepada kami dan menginginkan kami mengerti apa yang dia pikirkan. Dia berkata sedang bergulat dengan itu selama 48 jam terakhir," papar salah satu orang dekat Biden.

Usai mengundurkan diri dari pencapresan Biden mendukung Wapres AS Kamala Harris, untuk maju pada pemilu November mendatang.

Capres Partai Demokrat pengganti Biden akan diumumkan secara resmi pada konvensi Agustus mendatang.