News
·
30 Juni 2021 10:08
·
waktu baca 2 menit

Bila WFH 100% Dilakukan Konsisten, Penularan Corona Diyakini Akan Turun Drastis

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Bila WFH 100% Dilakukan Konsisten, Penularan Corona Diyakini Akan Turun Drastis (655)
searchPerbesar
Ilustrasi Work From Home. Foto: Shutter Stock
Wacana penerapan Work From Home (WFH) 100 persen saat ini mengemuka dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pasalnya, penularan COVID-19 belakangan ini semakin marak terjadi di wilayah perkantoran.
ADVERTISEMENT
Saat ini, peraturan PPKM Mikro di daerah zona merah hanya memberlakukan sistem WFH 75 persen. Aturan tersebut mengharuskan 25 persen pegawai lainnya untuk tetap bekerja dari kantor. Walau telah dibatasi, kenyataannya penularan masih tetap terjadi.
Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said, mengatakan jika memang benar WFH 100 persen dalam PPKM Darurat, maka harus dilakukan dengan konsisten. Sehingga, upaya tersebut dapat membuahkan hasil yang maksimal dalam menekan angka penularan yang signifikan.
"Bila WFH 100 persen dilakukan dengan konsisten akan menurunkan secara drastis tingkat penularan," kata Sudirman kepada kumparan, Rabu (30/6).
Ia juga menambahkan, pemberlakuan WFH 100 persen juga harus mendapatkan dukungan. Apalagi di daerah dengan pemukiman padat. Dengan kata lain, jangan sampai dengan adanya WFH di wilayah tersebut malah menimbulkan penularan baru.
ADVERTISEMENT
"Tetapi di lain pihak harus diberikan dukungan, di pemukiman-pemukiman. Terutama pemukiman padat," tambah Sudirman.
Terkait rencana pelaksanaan PPKM Darurat itu sendiri, Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengatakan itu merupakan tindakan yang bijaksana.
Bila WFH 100% Dilakukan Konsisten, Penularan Corona Diyakini Akan Turun Drastis (656)
searchPerbesar
Sekjen PMI Sudirman Said. Foto: Dok. Pribadi
"Bila benar akan dilakukan PPKM Darurat, atau apa pun namanya saya berpendapat itu tindakan bijaksana. Karena semua menyadari bahwa penyebab penyebaran virus adalah interaksi di tempat ramai. Kalau interaksi dikurangi, maka risiko penyebaran akan berkurang," jelasnya.
"Tiga kata kunci: konsisten, seragam, serentak. Insyaallah manjur," tutup Sudirman.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020