kumparan
7 Juni 2018 16:02

Bimanesh Tegur Fredrich yang Sebarkan Foto Kondisi Setnov di RS

Setya Novanto bersaksi di sidang Bimanesh Sutarjo
Setya Novanto bersaksi di sidang Bimanesh Sutarjo (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Dokter Bimanesh Sutarjo mengaku sempat menegur Fredrich Yunadi lantaran mengambil foto Setya Novanto saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Bimanesh menegur Fredrich setelah foto kondisi mantan Ketua DPR Setya Novanto itu tersebar luas di sejumlah media sosial.
ADVERTISEMENT
Menurut Bimanesh, tindakan Fredrich itu dinilai melanggar hak privasi pasien, yang seharusnya tidak disampaikan atau disebarkan untuk konsumsi publik.
"Pagi itu foto-foto pasien ada di medsos, saya tanya kenapa bisa keluar? Rupanya dia (Fredrich) yang foto, dia yang sebarkan. Saya tegur dia, saya enggak setuju, ini kan masih di daerah rumah sakit dan itu terkait kondisi pasien," ujar Bimanesh saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/6).
Fredrich Yunandi menunjukkan foto Setnov
Fredrich Yunandi menunjukkan foto Setnov (Foto: Antara/Galih Pradipta)
Menanggapi hal tersebut, jaksa penuntut umum KPK Kresno Anto Wibowo lantas mencecar balik Bimanesh. Sebab, Bimanesh juga diduga mengambil sejumlah foto terkait kondisi Setnov.
Atas hal tersebut, Bimanesh mengaku punya alasan tersendiri. Dia menyebut pengambilan foto pasien itu telah menjadi kebiasaannya sejak masih bertugas sebagai petugas medis di Rumah Sakit Polri. Ia biasa mengambil foto untuk proses pembuktian visum yang dibuatnya, khususnya untuk pasien yang dirawat dengan diagnosis kecelakaan.
ADVERTISEMENT
"Betul, karena kebiasaan saya dulu di RS Polri kalau ada pasien yang masuk dengan diagnosis 'kecelakaan', saya ambil foto sebagai bukti visum," ucap Bimanesh.
"Biasanya kan ada penyidik Polri yang meminta visum, jadi saya harus ada bukti bahwa apa yang saya deskripsikan dalam visum saya jadi saya harus ada bukti visual supaya tidak melenceng baik ukuran maupun bagaimana bentuknya," ujarnya.
Namun, Bimanesh memastikan foto yang diambilnya tidak akan tersebar. Sebab, foto itu hanya menjadi konsumsi pribadi penyidik untuk kebutuhan visum serta pembuktian kejadian kecelakaan yang menimpa seorang pasien.
"Itu saya pegang sendiri, itu hanya konsumsi penyidik Polri yang nanti saya pikir diperlukan untuk pembuktian masalah kecelakaan," tutupnya
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan