Bio Farma Gandeng Perusahaan AS Dynavax untuk Pengembangan Vaksin Corona

18 September 2021 11:06
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bio Farma Gandeng Perusahaan AS Dynavax untuk Pengembangan Vaksin Corona (104807)
zoom-in-whitePerbesar
Menlu RI Retno Marsudi usai pertemuan bilateral dengan Menlu AS Antony Blinken di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, Selasa (3/8). Foto: Jose Luis Magana/Pool via REUTERS
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tengah melakukan kunjungan kerja ke Los Angeles, Amerika Serikat. Salah satu agenda kunjungannya adalah untuk pengembangan vaksin corona di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Dalam kunjungan ke Los Angeles, Retno mengungkapkan delegasi Indonesia bertemu dengan Dynavax Technologies, sebuah perusahaan biofarmasi pengembangan vaksin dengan fokus stimulasi Toll-like Receptor (TLR).
"Dynavax adalah produsen salah satu adjuvant terbaik di dunia dan adjuvant ini adalah salah satu zat yang berfungsi untuk memperkuat seed vaksin rekombinan," jelas Retno dalam keterangan pers virtualnya, Sabtu (18/9).
Penjajakan kerja sama dengan Dynavax ini untuk membantu pengembangan vaksin corona berbasis protein rekombinan oleh PT Bio Farma. Kerja sama ini sekaligus memperkuat upaya pengembangan vaksin Bio Farma dengan mitra sebelumnya, Baylor College of Medicine
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Biofarma tengah melakukan kerja sama pengembangan vaksin dengan Baylor College of Medicine dengan menggunakan protein rekombinan. Dan kerja sama yang dilakukan Bio Farma dengan Dynavax adalah rangka untuk membangun ketahanan dan kemandirian vaksin," tutur Retno.
Bio Farma Gandeng Perusahaan AS Dynavax untuk Pengembangan Vaksin Corona (104808)
zoom-in-whitePerbesar
Vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Retno menjelaskan, dalam pertemuan itu juga sekaligus dilakukan penandatanganan kerja sama Bio Farma dengan Dynavax untuk memperkuat studi pengembangan vaksin corona Bio Farma-Baylor College.
ADVERTISEMENT
"Ke depannya tentu Bio Farma dan Dynavax secara bersama-sama dapat mengembangkan vaksin mandiri platform protein rekombinan," tutup dia.
Bio Farma diketahui hanya bisa memproduksi vaksin corona dengan dua jenis, yakni inactivated (virus yang tidak aktif) dan protein rekombinan. Platform protein rekombinan ini juga dipakai Lembaga Eijkman dalam mengembangkan vaksin Merah Putih.
Rencananya, vaksin Merah Putih akan mulai diproduksi April atau Mei tahun depan, dan mulai disuntikkan pada Juni 2022.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020