Bisnis Cuan Lewat Strategi Prajurit Reseller
·waktu baca 3 menit
Penjualan dengan sistem reseller mulai banyak digemari, apalagi saat pandemi COVID-19. Keberadaan reseller ini ternyata sangat penting bagi keberlangsungan usaha, termasuk bagi UMKM.
Peran reseller dianggap mampu menggenjot pemasaran produk. Namun, pelaku usaha harus betul-betul paham cara menggerakkan reseller apalagi jika jumlahnya sangat banyak.
Business coach dari Dewa Selling, Dewa Eka Prayoga, mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pelaku usaha saat menggunakan reseller dalam penjualan.
Yang utama, harus mengetahui keinginan dan kebutuhan dari reseller tersebut. Menurut Dewa, kebutuhan reseller dari pemilik usaha pun beragam.
"Saat owner tahu kebutuhan dia (reseller), kebutuhannya apa saja? maka akan suka cita memenuhi keinginan kita, nah kebutuhannya (reseller) itu apa? Pertama soal finansial, komisi dan diskon untuk dia, reward, cashback," jelasnya saat webinar 'Bisnis Maju Berkat Prajurit Reseller' dalam Festival UMKM kumparan 2021 secara daring, Rabu (27/10).
"Kedua, kebutuhan emosional, merangkul mereka, memandang yang tidak penting menjadi penting misal menyapa mereka, membina mereka. Ketiga, masalah spiritual ini yang lebih deep, tujuan dari bisnis yang dijalankan untuk apa?" tambahnya.
Kemudian, cara selanjutnya, kata Dewa, pemilik usaha harus memberi royalitas kepada reseller. Menurutnya, royalitas ini akan menciptakan loyalitas reseller kepada pemilik usaha.
"Harus royal apa yang mereka mau, pembinaan, pelatihan," ujar Dewa.
Dewa juga mengingatkan, pentingnya menyusun kurikulum atau perencanaan upaya dalam meningkatkan kemampuan reseller menjual produk.
"Susun kurikulum sedemikian rupa agar mereka juga growing, misal melalui pembelajaran online, offline, diajarin, kasih tahu tips jago jualan," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan CMO Ladang Lima, Annisa Pratiwi. Produsen makanan sehat gluten free ini ternyata sudah sejak lama menggunakan reseller dalam memasarkan produknya.
Annisa mengatakan, memang sangat penting peran reseller, sehingga keberadaannya harus diperhatikan secara baik oleh pemilik usaha.
"Jadi memang reseller kunci kita saat tumbuh, banyak benefit di dalamnya, reseller ini keluarga bagi Ladang Lima, kayak salesman, mempromosikan produk kita, menawarkan," ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Menurut Annisa, banyak manfaat yang bakal dirasakan pemilik usaha saat berhasil menggerakkan prajurit reseller. "Dan memang ada benefit (dengan menggunakan reseller). Cash flow, akan enak menggunakan jaringan reseller, karena membeli dulu baru dijualkan. Sangat confident menggunakan reseller," imbuhnya.
Annisa mengatakan, Ladang Lima memandang reseller adalah keluarga yang tumbuh bersama. Sehingga banyak upaya dilakukan untuk mendorong semangat reseller, seperti melalui pelatihan-pelatihan dan memenuhi kebutuhan mereka.
"Untuk berjualan melalui reseller memang harus bisa memberikan hal menarik ke mereka, bukan hanya masalah margin, komisi, tapi juga edukasi semangat, di kami ada latihan program seperti di akhir tahun, biasanya sesuai kebutuhan," terangnya.
Sementara terkait masalah harga produk yang dijual reseller, Annisa menyebut pihaknya menyiapkan ketentuan harga sebagai patokan reseller berjualan. Saat awal bisnis, Annisa tak menampik masalah harga sempat menimbulkan perang dagang antar-reseller, karena saat itu belum ada patokan harga yang ditentukan.
"Makanya 3 tahun ini, ada harga khusus di retail yang disepakati reseller dari official kami, patokan reseller menjual dengan harga khusus, ada juga diskon-diskon, sehingga ada keseragaman harga dan tidak ada perang harga," pungkasnya.
---------------------------------
Jangan lewatkan informasi seputar Festival UMKM 2021 kumparan dengan mengakses laman festivalumkm.com. Di sini kamu bisa mengakses informasi terkait rangkaian kemeriahan Festival UMKM 2021 kumparan, yang tentunya berguna bagi para calon dan pelaku UMKM.

