News
·
4 Agustus 2021 15:36
·
waktu baca 2 menit

BMKG Belajar dari Jepang-China, Upayakan Peringatan Dini 10 Detik Sebelum Gempa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
BMKG Belajar dari Jepang-China, Upayakan Peringatan Dini 10 Detik Sebelum Gempa (580152)
searchPerbesar
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan simulasi saat terjadi gempa bumi. Foto: AFP
Strategi kebencanaan gempa patut dimiliki setiap negara. Hal ini untuk memastikan negara bahkan warganya siap saat evakuasi. Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Indonesia tengah mempelajari strategi itu.
ADVERTISEMENT
Dwikorita menjelaskan Indonesia belajar dari Jepang dan China tentang strategi kebencanaan, khususnya terkait gempa.
"Kami belajar sesuai arahan Ibu Megawati bahwa belajar dengan negara yang sudah maju antara lain Jepang yang berhasil membangun budaya untuk waspada dan siaga terhadap potensi bencana. Kami juga belajar dari China sudah bisa memanfaatkan perbedaan gelombang gempa," ujar Dwikorita dalam acara pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami yang digelar Baguna DPP PDIP secara daring, Rabu (4/8). Kegiatan tersebut juga diikuti Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri
BMKG Belajar dari Jepang-China, Upayakan Peringatan Dini 10 Detik Sebelum Gempa (580153)
searchPerbesar
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta dan Jawa Tengah. Foto: BMKG
Dwikorita mencontohkan masyarakat Jepang yang sudah peka terhadap gempa. Menurutnya, 95 persen masyarakat Jepang dapat diselamatkan dalam gempa beberapa tahun lalu.
Angka tersebut, kata dia, bukan berkat gerak cepat pemerintah, melainkan kesadaran dan budaya tanggap bencana yang sejak dini telah ditanamkan masyarakat Jepang. Hal ini yang menurutnya, patut ditiru masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Inilah yang membuat tekad kami bahwa membangun budaya kesiapsiagaan multi bencana penting," ucap Dwikorita.
BMKG Belajar dari Jepang-China, Upayakan Peringatan Dini 10 Detik Sebelum Gempa (580154)
searchPerbesar
Anggota parlemen Jepang memakai helm anti gempa. Foto: Kyodo/Reuters
Sedangkan dari China, BMKG juga tengah mendalami sistem informasi dini gempa 10 detik sebelum kejadian. Dari sistem itu, Dwikorita menganggap jelas dapat membantu lembaga terkait peringatan dini bencana, sehingga masyarakat dapat segera menyelamatkan diri.
BMKG Belajar dari Jepang-China, Upayakan Peringatan Dini 10 Detik Sebelum Gempa (580155)
searchPerbesar
Megawati mengisi Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami - Baguna DPP PDIP, Rabu (4/8). Foto: Youtube/DPP PDIP
"Jadi begitu terjadi, gelombang yang berjalan lebih dahulu gelombang P, lalu disusul gelombang S. Bedanya telah dimanfaatkan 2 negara maju tersebut untuk memberikan peringatan dini gempa bumi. Ada selisih 10 detik ternyata dapat bermanfaat untuk diinformasikan selama 10 detik sebelum kejadian," ungkap Dwikorita.
"Dengan ini paling tidak 10 detik mematikan peralatan berbahaya dan masyarakat menerima dari SMS sebelum gempa bisa segera lari keluar rumah atau menyelamatkan diri. Namun kami proses membangun teknologinya. Insyaallah dalam waktu 2 tahun bisa terwujud," lanjut dia.
BMKG Belajar dari Jepang-China, Upayakan Peringatan Dini 10 Detik Sebelum Gempa (580156)
searchPerbesar
Simulasi evakuasi korban gempa bumi. Foto: Antara/M Agung Rajasa
Tak hanya soal gempa, menurut Dwikorita, BMKG juga tengah memperkuat sistem peringatan dini tsunami hingga cuaca ekstrem. Namun semua itu harus didukung budaya masyarakat yang sadar terkait bahaya bencana.
ADVERTISEMENT
"Yang terakhir kami menyadari perlu banyak hal yang ditingkatkan bahwa sistem peringatan dini BMKG baik untuk tsunami, cuaca ekstrem, gelombang tinggi ternyata masih perlu diperkuat di sisi kultur. Teknologi dalam sedang peningkatan, perawatan jumlah jaringan sensor. Saat ini jumlahnya mendekati 400 sensor," jelasnya.
"Namun ternyata itu tidak menjamin. Setinggi teknologi apa pun kalau kultur gak terbangun, dari hasil survei ternyata mayoritas yang terima peringatan dini BMKG ternyata tidak menindaklanjuti, ini berarti kami harus bekerja keras bagaimana menerjemahkan peringatan dini itu," tutupnya.