kumparan
15 November 2019 0:29

BMKG: Belum Ada Perubahan Tinggi Air yang Signifikan Usai Gempa Malut

Peta guncangan di Maluku Utara
Peta guncangan di Maluku Utara. Foto: Dok. BMKG
Gempa 7.1 magnitudo mengguncang Maluku Utara, Kamis (14/11). BMKG lalu mengaktifkan peringatan dini tsunami.
ADVERTISEMENT
Sejak gempa terjadi pada pukul 23.17 WIB, BMKG terus memantau tinggi muka air, terutama di wilayah-wilayah yang dinilai rawan tsunami. Tapi, sampai Jumat (15/11) pukul 00.21 WIB, belum ada perubahan muka air laut yang signifikan.
"Berdasarkan pemantauan tide gauge, belum ada perubahan tinggi muka air laut yang signifikan," kata Plt Kepala BMKG Ternate Hermizal, kepada wartawan, Jumat (15/11).
Ilustrasi gempa bumi
Ilustrasi gempa bumi. Foto: Getty Images
Hermizal meminta warga tetap tenang dalam mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. Paling tidak, warga mengevakuasi diri ke tempat yang tingginya minimal 20 meter.
"Silakan mencari wilayah yang lebih tinggi minimal 20 meter. Di pesisir pantai pun kalau tingginya 20 meter bisa jadi tempat aman," tambah dia.
Hermizal mengimbau warga terus mengupdate informasi melalui keterangan resmi dari BMKG.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan