BMKG: Gempa Bolaang Mongondow-Minahasa Dipicu Aktivitas Lempeng Sangihe

7 November 2021 10:46
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
BMKG: Gempa Bolaang Mongondow-Minahasa Dipicu Aktivitas Lempeng Sangihe (79172)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gempa bumi. Foto: Getty Images
ADVERTISEMENT
Gempa tektonik sempat melanda beberapa wilayah di Sulawesi Utara pada Sabtu (6/11) sekitar pukul 21.37 WIB. Wilayah itu yakni, Minahasa, Bolaang Mongondow, Kotamobagu, Bitung dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki kekuatan 6,0 magnitudo. Episenter gempa terletak pada koordinat 0,13° LS ; 124,39° BT tepatnya di laut 68 km arah Tenggara Bolaang Uki, Sulawesi Utara dengan kedalaman hiposenter 44 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Bolaang Mongondow-Minahasa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Sangihe dengan mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," ucap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, Minggu (7/11).
Daryono mengatakan, gempa dirasakan sangat kuat di di Bolaang Mongondow dalam skala intensitas IV-V MMI. Sedangkan di Kotamobagu guncangan dirasakan dalam III-IV MMI. Sementara itu di Talibu-Gorontalo-Bitung guncangan dirasakan III MMI, dan di Tomohon – Manado dalam skala intensitas II-III MMI.
ADVERTISEMENT
Hingga kini, lanjut dia, belum ada laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan juga menunjukkan tidak berpotensi tsunami, untuk itu masyarakat diimbau agar tetap tenang tidak percaya berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG: Gempa Bolaang Mongondow-Minahasa Dipicu Aktivitas Lempeng Sangihe (79173)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Foto: Utomo Priyambodo/kumparan
"Hasil monitoring BMKG terhadap gempa Bolaang Mongondow-Minahasa M6,0 tadi malam, hingga Minggu pagi 7 November 2021 menunjukkan telah terjadi 3 kali gempa susulan yaitu pada pukul 00.22.51 WIB (Mag.3,7), pukul 04.04.45 WITA (Mag. 2,9) dan pukul 06.58.49 WITA (Mag. 2,9)," jelasnya.
Menurut dia, sejarah gempa merusak yang dipicu oleh sumber gempa zona Subduksi Sangihe juga pernah terjadi pada masa lalu, yaitu peristiwa gempa Minahasa yang terjadi pada tanggal 8 Februari 1845.
BMKG: Gempa Bolaang Mongondow-Minahasa Dipicu Aktivitas Lempeng Sangihe (79174)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa Bumi Foto: Shutter Stock
Akibat gempa ini di Tomohon, lebih dari separuh dari total bangunan rumah mengalami kerusakan. Di Amurang dinding benteng Portugis, Gereja, dan bangunan rumah mengalami kerusakan. Di kampung Wuwuh, sebuah gereja dan 125 rumah roboh menyisakan bangunan rumah yang rusak dan tidak dapat dihuni.
ADVERTISEMENT
"Banyak rekahan-rekahan di permukaan tanah, menyemburkan airtanah dan likuefaksi. Di Bitung banyak rumah mengalami kerusakan," kata dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020