BMKG Pasang Alat Pemantau Kenaikan Tinggi Muka Air Laut Dekat Anak Krakatau

29 April 2022 8:13
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
BMKG Pasang Alat Pemantau Kenaikan Tinggi Muka Air Laut Dekat Anak Krakatau (96909)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Saat Sampaikan Paparan Prediksi Cuaca. Foto: Sumber: YouTube
ADVERTISEMENT
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memasang alat pemantau kenaikan tinggi muka air laut di dekat Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Jumat (29/4) hari ini.
ADVERTISEMENT
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memonitor dan memberikan peringatan dini apabila terjadi kenaikan muka air laut disebabkan aktivitas GAK.
"Mohon doa, Insya Allah BMKG bersama Kominfo dan PVMBG dan Telkomsel atau BAKTI akan memasang peralatan untuk memonitor apabila terjadi kenaikan muka air laut pada posisi terdekat dengan Gunung Anak Krakatau, yaitu di lokasi Pulau Rakata," ujar Dwikorita.
Dwikorita mengatakan, alasan hingga saat ini belum terpasang alat tersebut lantaran tidak ada sinyal komunikasi. Sehingga peralatan yang terpasang tidak dapat mengirimkan data.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dilaporkan BMKG pun telah melakukan gladi posko dengan Pemerintah Daerah di wilayah Selat Sunda.
BMKG Pasang Alat Pemantau Kenaikan Tinggi Muka Air Laut Dekat Anak Krakatau (96910)
zoom-in-whitePerbesar
Erupsi gunung Anak Krakatau pada hari Jumat, 04 Februari 2022, pukul 09:43 WIB. Foto: Dok. magma.esdm
Gladi posko adalah kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan erupsi dan peningkatan potensi terjadinya tsunami.
ADVERTISEMENT
"Dari gladi posko itu diharapkan pihak berwenang,pengelola penyeberangan, pengelola pariwisata itu sudah terampil untuk upaya evakuasi, meskipun saat ini relatif aman, tidak membahayakan dengan melemah-nya aktivitas Gunung Anak Krakatau," tutur dia.
BMKG melaporkan, dari data visual, terjadi lelehan lava yang masuk ke laut dan tidak ada eksposur yang membahayakan. Potensi tsunami dari erupsi GAK juga menurun.
Meski demikian, pihaknya tetap akan terus memonitor bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pergerakan aktivitas GAK mengingat erupsi yang fluktuatif.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020