kumparan
27 Jan 2019 16:31 WIB

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Banjir Sulsel 68 Orang, 7 Hilang

Warga memperhatikan aliran sungai Jeneberang yang meluap di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Penanganan darurat bencana banjir, longsor, dan puting beliung yang melanda wilayah Sulawesi Selatan masih terus dilakukan. Hingga kini, korban meninggal dunia mencapai 68 orang.
ADVERTISEMENT
Selain itu, meskipun banjir sudah surut, ribuan warga masih berada di pengungsian karena kondisi rumah rusak dan lingkungan penuh lumpur. Beberapa warga merasa lebih aman di pengungsian karena trauma dengan banjir dan longsor.
"Hingga hari ini, tercatat 188 desa terdampak bencana di 71 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai. Dampak bencana tercatat 68 orang meninggal, 7 orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.757 orang mengungsi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Minggu (27/1).
Ia menambahkan, kerusakan fisik meliputi 550 unit rumah rusak (33 unit hanyut, 459 rusak berat, 30 rusak sedang, 23 rusak ringan, 5 tertimbun). Selain itu, 5.198 unit rumah terendam, 16,2 km jalan, 13.326 hektare sawah dan 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pemerintah, dan 65 unit sekolah rusak.
ADVERTISEMENT
Sutopo menjelaskan, penanganan darurat masih dilakukan. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo ke Kantor Gubernur Sulsel untuk mendapatkan penjelasan penanganan bencana di Sulsel.
"Kemudian Wakil Presiden bersama Kepala BNPB meninjau ke beberapa lokasi bencana dan Bendungan Bili-Bili untuk mendapatkan penjelasan kondisi bendungan. Beberapa arahan Wakil Presiden dan Kepala BNPB diberikan kepada Pemda untuk percepatan penanganan darurat dan pascabencana," tutur dia.
Pencarian 7 orang hilang masih dilakukan tim SAR gabungan. BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Penanganan darurat masih dilakukan di Desa Sapaya, Desa Bontomanai, Desa Mangempang, dan Desa Buakang di Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang mengalami banjir dan longsor dengan jumlah korban 29 orang meninggal.
ADVERTISEMENT
Tim SAR gabungan, lanjut dia, masih melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang. Pembangunan jembatan darurat balley dilakukan oleh TNI dibantu instansi terkait dan warga. Pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, PMI dan NGO. Dapur umum telah didirikan Brimob Polda Sulses dan Dinas Sosial.
Sejumlah warga evakuasi korban banjir di Gowa, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Kementerian Sosial RI)
Menurut Sutopo, prioritas penanganan saat ini adalah membersihkan lumpur dan material yang menutup jalan, lingkungan, dan rumah. Material lumpur yang ada di dalam rumah tebalnya ada yang 50 sentimeter dan kondisinya mulai mengeras sehingga sulit dibersihkan. Alat berat dikerahkan membersihkan material lumpur.
"Sebagian pengungsi sudah pulang ke rumah dan membersihkan lumpur di rumahnya. Surat-surat berharga banyak yang rusak karena tidak sempat dibawa waktu mengungsi." ucap dia.
Kebutuhan mendesak yang diperlukan, kata Sutopo, adalah makanan, selimut, matras, pelayanan medis, MCK, dan sanitasi, relawan untuk membersihkan lumpur, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur, trauma healing, dan lainnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Daerah yang paling parah mengalami dampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Jeneponto, Marros dan Wajo.
ADVERTISEMENT
Berikut rincian dari dampak bencana di 13 kabupaten/kota sebagai berikut:
1. Gowa tercatat 45 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 46 orang luka-luka, 2.121 orang mengungsi, 10 rumah rusak dimana 5 rusak berat dan 5 tertimbun, 604 rumah terendam, dan 1 jembatan rusak.
2. Kota Makassar tercatat 1 orang meninggal, 2.942 orang terdampak, 1.000 orang mengungsi, 477 rumah terendam.
3. Soppeng tercatat 1.672 ha sawah terendam.
4. Jeneponto tercatat 14 orang meninggal, 3 orang hilang, 3.276 orang mengungsi, 470 rumah rusak (438 unit rumah rusak berat, 32 hanyut), 15 jembatan, 1.304 ha sawah terendam, dan 41 sekolah rusak.
5. Barru meliputi 2 unit pasar, 1 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintahan.
ADVERTISEMENT
6. Wajo tercatat 2.705 orang terdampak, 2.421 rumah terendam, 16,2 km jalan, 2.025 Ha sawah terendam, 9 jembatan rusak, 10 fasilitas peribadatan, 21 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas pemerintah mengalami kerusakan.
7. Maros tercatat 4 orang meninggal, 1200 orang terdampak, 251 orang mengungsi, 552 unit rumah terendam, 8.295 ha sawah, 1 fasilitas peribadatan rusak.
8. Bantaeng tercatat 1 unit rumah rusak sedang.
9. Sindrap: 1 unit rumah rusak sedang
10. Pangkep tercatat 1 orang hilang, 28 rumah rusak, 1 fasilitas peribadatan dan 1 fasilitas pendidikan rusak.
11. Takalar tercatat 2 orang meninggal, 1129 rumah terendam
12. Selayar tercatat: 2 orang meninggal, 109 mengungsi, 53 rumah rusak yairu 15 rusak berat, 28 rusak sedang, 9 rusak ringan dan 1 rumah hanyut, 2 fasilitas pemerintahan, 1 jembatan, 1 fasilitas pendidikan.
ADVERTISEMENT
13. Sinjai tercatat 2 rumah rusak akibat puting beliung.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan