Bocah SMP yang Setubuhi Anak TK di Bantaran Kali Jaktim Jadi Tersangka

25 Januari 2024 11:28 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi anak kecil laki-laki menjadi korban pelecehan. Foto: HTWE/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kecil laki-laki menjadi korban pelecehan. Foto: HTWE/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Polisi menetapkan SH (14), pelajar SMP yang menyetubuhi seorang anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
"Sudah (ditetapkan sebagai tersangka). Gunakan UU perlindungan anak. Diperlakukan sebagai ABH (anak berhadapan dengan hukum)," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly dalam keterangannya, Kamis (25/1).
Nicolas mengatakan, pelaku dijerat Pasal 76E Juncto Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak.
"Dengan ancaman 5 sampai 15 tahun (penjara)," jelasnya.
Pelaku sempat ditahan di Polres Metro Jakarta Timur, namun karena masih di bawah umur, ia diserahkan ke Sentra Handayani Cipayung, Jakarta Timur.
"Pelaku sudah kami serahkan ke Sentra Handayani Cipayung. Kami perlakukan sebagai layaknya hukum yang berlaku terhadap anak yang berhadapan dengan hukum," tutur Nico.
Sementara korban akan diberikan pendampingan karena anak tersebut sempat diancam pelaku untuk tidak melaporkan pencabulan tersebut pada orang tuanya.
ADVERTISEMENT
"Korban diancam akan dipukul jika melapor ke orang tuanya. Selanjutnya untuk korban sudah diberikan pendampingan psikologis dari UPT Kementerian Sosial untuk memulihkan traumanya," kata Kapolres.
Aksi persetubuhan itu sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, persetubuhan itu dilakukan di bantaran kali di kawasan Jakarta Timur.
Kapolsek Ciracas, Kompol Agung Ardiansyah membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, penanganannya dilakukan oleh Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit PPA Polres Metro Jakarta Timur, Iptu Sri Yatmini mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. Pelaku pun telah diamankan.
"Sudah kami proses. Sudah (pelaku diamankan)," kata Sri.