BPPTKG: Belum Ada Laporan Hujan Abu Meski Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Merapi difoto dari Bronggang, Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Merapi difoto dari Bronggang, Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyebut belum ada laporan hujan abu usai terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pagi ini, Kamis (7/1).

"Belum ada (hujan abu) karena masih kecil sampai sekarang belum mendapat laporan (hujan abu)," kata Hanik kepada wartawan, Kamis (7/1).

Hanik menjelaskan bahwa status Merapi masih sama yaitu Siaga (Level III). Kemudian potensi radius bahaya yaitu radius 5 kilometer dari puncak Merapi.

kumparan post embed

"Masih sama (Siaga). Sekali lagi saya ingatkan semua status aktivitas gunung api itu dasarnya penilaian terhadap ancaman penduduk. Kalau ini kan kita sudah memberikan rekomendasi kemarin asesmen bahayanya potensi yang saat ini 5 kilometer. Ya sudah itu masih aman, artinya bahwa sampai saat ini potensi bahaya belum sampai lebih dari 5 Kilometer," katanya.

Sebelumnya, awan panas guguran di Merapi pagi tadi tercatat di amplitudo maksimal 28 mm dan durasi 154 detik. Sementara tinggi kolom erupsi adalah 200 meter.

kumparan post embed

"Jadi awan panas tadi tercatat di amplitudo maksimum 28 mm durasi 154 detik," kata Hanik.