Buka Global Forum AMM G20, Mentan Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital

27 September 2022 16:42
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka kegiatan Global Forum, side event kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali pada Selasa (27/09/2021). Foto: Dok. Kementan
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka kegiatan Global Forum, side event kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali pada Selasa (27/09/2021). Foto: Dok. Kementan
ADVERTISEMENT
Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara resmi membuka kegiatan Global Forum sebagai awal dari rangkaian kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental Jimbaran Bali pada Selasa (27/09/2021).
ADVERTISEMENT
Mengangkat tema “Transformasi Pertanian Digital dalam Percepatan Kewirausahaan Perempuan dan Pemuda”, SYL mengajak dunia mengimplementasikan teknologi digital dalam sektor pertanian.
“Teknologi dan digitalisasi menjadi jawaban untuk kemajuan sektor pertanian dunia. Indonesia sendiri saat ini mengusung pertanian maju mandiri modern. Karena itu, pada pertemuan global forum ini kita bisa berbagi perspektif tentang upaya kita meningkatkan kapasitas anak muda dan perempuan dalam mengimplementasikan pertanian digital,” ungkap SYL pada saat menyampaikan sambutan pembuka.
Menurut SYL, para wirausaha muda dapat menjadi pengusaha inovatif melalui perannya sebagai produsen, distributor, pemasar, dan penjual dengan menggunakan teknologi dan model bisnis yang inovatif.
“Pada era Industri 4.0 saat ini, kegiatan pertanian tidak lagi mengandalkan tenaga kerja manual tetapi menggabungkan mekanisasi dengan teknologi digital yang dapat mengkondisikan usaha budi daya pertanian menjadi lebih presisi,” jelasnya.
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka kegiatan Global Forum, side event kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali pada Selasa (27/09/2021). Foto: Dok. Kementan
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka kegiatan Global Forum, side event kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali pada Selasa (27/09/2021). Foto: Dok. Kementan
Pelibatan wirausaha muda berbakat, termasuk perempuan, dalam pembangunan pertanian telah menjadi agenda utama di banyak negara, termasuk negara anggota G20.
ADVERTISEMENT
Terkait hal ini, banyak negara, termasuk Indonesia, yang telah melakukan berbagai upaya untuk memahami karakteristik yang khas dari para wirausaha muda, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi mereka, dan mengidentifikasi metode terbaik untuk mengembangkan bakat mereka.
Maka SYL pun mengajak semua negara untuk membangun semangat untuk bekerja sama. Sesuai dengan tema besar G20 Presidensi Indonesia, yaitu “recovery together recovery stronger”.
“Kita tidak lagi bicara atas nama bangsa sendiri, tapi harus bicara atas nama bangsa-bangsa G20. Mari kita bicarakan hal-hal yang bisa mempersatukan. Semua perbedaan semestinya bisa kita satukan dalam waktu singkat,” ujarnya.
SYL pun mengungkapkan Indonesia siap bekerja sama dengan negara-negara lain, terutama dalam menghadapi krisis pangan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Indonesia membutuhkan negara lain. Dan negara Bapak dan ibu juga membutuhkan kami. Forum AMM bisa menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menghilangkan barrier dalam menjaga rantai pasok dunia,” sebutnya.
Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dongyu dalam kegiatan Global Forum, side event kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali pada Selasa (27/09/2021). Foto: Dok. Kementan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dongyu dalam kegiatan Global Forum, side event kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali pada Selasa (27/09/2021). Foto: Dok. Kementan
Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dongyu turut mendukung kerja sama dunia. Saat memberikan keynote speech, Qu mengungkapkan dibutuhkan komitmen untuk menjadikan pertanian dunia lebih baik. Sehingga dibutuhkan cara bekerja yang efisien, efektif, dan inovatif.
ADVERTISEMENT
“Sistem digital adalah masa depan pertanian dunia. Suka atau tidak suka, kita saat ini berada di fase transisi sektor pertanian,” jelasnya.
Qu menegaskan kembali dukungannya terhadap upaya Indonesia untuk mengembangkan strategi e-agrikultur nasional termasuk panduan integritas data pertanian dalam penggunaan informasi geospasial.
“Digitalisasi memainkan peran penting dalam mempercepat kemajuan menuju pencapaian Sustainable Development Goals dengan mendiversifikasi pendapatan dan membuka lapangan kerja dan peluang bisnis di dalam dan di luar pertanian, terutama bagi generasi baru petani dan kaum muda,” ungkapnya.
Ia juga memuji pendirian Agriculture War Room di Kementerian Pertanian RI yang menggunakan teknologi digital canggih untuk meningkatkan pengambilan keputusan berbasis data dan bukti lapangan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari meninjau pemanfaatan teknologi di Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian (Kementan). Foto: Dok. Kementan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari meninjau pemanfaatan teknologi di Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian (Kementan). Foto: Dok. Kementan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi selaku penanggung jawab kegiatan Global Forum mengungkapkan partisipasi anak muda bisa menjadikan sektor pertanian, termasuk di wilayah pedesaan menjadi lebih produktif dan menarik.
ADVERTISEMENT
“Kami saat ini berupaya untuk bisa memahami karakteristik kelompok anak muda, termasuk perempuan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, serta mencarikan metode terbaik untuk mengasah bakat mereka dalam Bertani,” jelas Dedi.
Dedi pun menyebutkan pihaknya akan memaksimalkan Global Forum sebagai wadah untuk berbagi kebijakan, program pengembangan, serta strategi dan program dalam transformasi pertanian digital untuk mengakselerasi kewirausahaan muda dan perempuan.
Diskusi Global Forum dibuka penyampaian short statement dari menteri pertanian dan perwakilan dari negara Turki, Kanada, Amerika Serikat, Italia, dan Afrika Selatan yang dilanjutkan diskusi panel.
Sesi pertama diskusi panel diisi IFAD, CGIAR, GIZ, dan MAFF-Jepang. Sementara sesi kedua diisi start-up dan perusahaan global, yaitu PT Bali Organik Subak dari Indonesia, Pinduoduo dari China, AgUnity dari Australia, dan Microsoft Indonesia
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·