Bupati Bogor, Ade Yasin

Bupati Bogor Siap Hadir Pemeriksaan Terkait Kerumunan Habib Rizieq 10 Desember

3 Desember 2020 1:27
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bupati Bogor, Ade Yasin selaku Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: M Fikri Setiawan/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Bogor, Ade Yasin selaku Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: M Fikri Setiawan/Antara
ADVERTISEMENT
Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan siap untuk hadir memenuhi panggilan dari pihak Polda Jawa Barat untuk memberikan keterangan terkait kerumunan simpatisan Habib Rizieq di Megamendung, Bogor, pada 13 November 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
Mengutip Antara, Ade memastikan bahwa dirinya akan memberikan kesaksian sejelas mungkin kepada pihak berwajib. Mengingat sebelum acara terjadi, Ade mengaku pihaknya telah terlebih dulu memperingatkan terkait potensi munculnya kerumunan massa.
"Kita akan kooperatif. Kita juga tidak mau disalahkan dalam situasi seperti itu, karena kita juga sudah berusaha mengendalikan situasi sesuai prosedur," ujar Ade di sela Rapat Pimpinan Wilayah (Rakerwil) PPP Jawa Barat di Ciawi, Bogor, seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/12).
Ade mengatakan terpaksa tidak hadir pada panggilan pertama karena dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 sejak Rabu tanggal 18 hingga 28 November.
Massa Memadati Tol Gadog Tunggu Kedatangan Habib Rizieq, Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Massa Memadati Tol Gadog Tunggu Kedatangan Habib Rizieq, Foto: Dok. Istimewa
Meski begitu, Ade memastikan akan hadir pada panggilan kedua yang diagendakan pada Selasa (10/12). Selain Ade di hari yang sama penyidik juga akan memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin. Bagi Burhanuddin ini adalah pemeriksaan keduanya terkait kasus yang sama.
ADVERTISEMENT
"Selasa depan pemanggilan lagi infonya, klarifikasi saja ya terkait protokol kesehatan," tutur Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor itu.
Terkait acara di Megamendung, Ade menegaskan bahwa saat itu Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor tidak menerima pemberitahuan dan permohonan izin sama sekali dari pihak penyelenggara kegiatan. Akan tetapi pihaknya bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor mengaku tetap melakukan koordinasi dengan panitia acara untuk memberikan imbauan terkait potensi munculnya kerumunan massa.
Ade Yasin menyebutkan, saat itu Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor sudah melakukan upaya preventif dengan menyiagakan petugas gabungan saat kedatangan Pimpinan FPI Rizieq Syihab di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat yang berlokasi di Megamendung Bogor.
Dua gubernur dipanggil polisi. Mereka dimintai klarifikasi terkait kerumunan dan dugaan pelanggaran protokol kesehatan di acara yang dihadiri Habib Rizieq. Ikuti perkembangannya dalam collection ini.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten