kumparan
4 Februari 2018 20:30

Bupati Jombang Sebut Uang Hasil Suap Disumbangkan ke Anak Yatim

Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko di KPK
Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko di KPK (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko resmi ditahan KPK pada Minggu (4/1) malam. Bakal calon bupati petahana ini ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penerimaan suap yang melibatkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inne Silestyawati.
ADVERTISEMENT
Nyono yang telah mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan menenteng tas kecil keluar dari gedung KPK dengan dikawal petugas sekitar pukul 19.00 WIB. Politisi Partai Golkar itu mengaku tidak mengetahui uang yang diterimanya merupakan hasil suap.
"Saya memang tidak menduga ada beberapa teman-teman di Dinkes itu membantu saya untuk sedekah santunan anak yatim. Enggak tahunya sedekah itu urunannya, memang sebenarnya saya enggak mikir itu salah karena kita berikan untuk sedekah anak yatim di Jombang,” ujar Nyono di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/1).
Ia juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Jombang atas tindakannya beserta jajarannya. Ia mengaku tidak tahu hal yang dilakukannya merupakan pelanggaran hukum.
"Saya mohon maaf. Saya tidak tahu itu adalah salah satu pelanggaran hukum sehingga saya minta maaf kepada masyarakat di Jombang. Saya minta maaf betul,” tuturnya.
Inna Sulistyowati usai pemeriksaan di KPK
Inna Sulistyowati usai pemeriksaan di KPK (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang Inna Silestyanti keluar dari gedung KPK sekitar pukul 20.00 WIB. Saat dicecar pertanyaan oleh wartawan, ia memilih bungkam dan langsung masuk ke dalam mobil tahanan.
ADVERTISEMENT
Nyono dan Inna ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melakukan tindakan suap terkait penempatan jabatan tetap Kadis Dinkes Pemkab Jombang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan