Bupati Purwakarta Desak Pelaku Keroyok Anak Disabilitas hingga Tewas Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzen (Om Zein), mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap RP (15) di Cilamaya Wetan, Karawang. Anak disabilitas asal Purwakarta itu tewas karena dipukuli massa.

Dia menegaskan bahwa tindakan kekerasan dengan alasan apa pun tidak dapat dibenarkan dan meminta polisi segera menangkap para pelaku.

“Kami mengutuk tindakan kekerasan dengan alasan apa pun. Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan segera menangkap para pelaku agar almarhum Rido mendapatkan hak-hak hukumnya,” tegas Om Zein kepada kumparan, Sabtu (15/11).

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein. Foto: instagram/@bupatikabpurwakarta

Om Zein menjelaskan karena kejadian berada di wilayah Polres Karawang, seluruh proses penyidikan kini ditangani langsung oleh Polres Karawang.

Adapun jenazah korban kini sudah dimakamkan di TPU Bongas Kidul, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jumat (14/11) pagi.

Rido saat menjalani perawatan di RSUD Karawang sebelum dipindah ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Foto: Dok. Istimewa

Dia menambahkan, sejak awal kejadian, Pemkab Purwakarta turut memberikan pendampingan hukum dan bantuan pembiayaan medis kepada keluarga korban.

“Pendampingan sudah kami lakukan sejak hari pertama. Semua biaya rumah sakit ditanggung Pemda,” ujar Om Zein.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (4/11), ketika RP dipukuli massa lantaran dituduh mencuri di salah satu rumah warga di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan.

Kondisinya yang kritis membuat ia dirawat di RSUD Karawang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakarta.

RP koma selama sembilan hari dan dinyatakan meninggal dunia empat hari setelah menjalani operasi kepala.