Buya Syafii Tolak Wacana Presiden 3 Periode: Cari yang Lebih Baik atau Setara

1 Oktober 2021 15:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Buya Syafii Tolak Wacana Presiden 3 Periode: Cari yang Lebih Baik atau Setara (87787)
searchPerbesar
Anggota Dewan Pengarah BPIP sekaligus Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Publik masih ramai membicarakan wacana jabatan presiden 3 periode. Hal ini menyusul kencangnya isu Amandemen UUD 1945, yang dikhawatirkan akan memasukkan poin penambahan masa jabatan presiden.
ADVERTISEMENT
Terkait hal ini, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menegaskan tidak setuju dengan wacana tersebut.
"Saya tidak setujulah itu, jangan diteruskanlah itu, ndaklah," kata Buya Syafii ditemui di Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (1/10).
Buya Syafii Tolak Wacana Presiden 3 Periode: Cari yang Lebih Baik atau Setara (87788)
searchPerbesar
Presiden Joko Widodo saat Penganugerahan tanda kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa dalam penanganan pandemi COVID-19. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Buya Syafii mengatakan, periode jabatan presiden maksimal cukup 2 kali saja. Setelah itu masyarakat bisa mencari sosok pemimpin yang lebih baik lagi atau paling tidak setara dengan presiden sebelumnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Cukup dua kali saja, kita cari lagi mudah-mudahan ada yang lebih baik atau paling tidak setaralah," jelasnya.
Buya Syafii Tolak Wacana Presiden 3 Periode: Cari yang Lebih Baik atau Setara (87789)
searchPerbesar
Presiden Jokowi Temui Perwakilan Perhimpunan Insan Perunggasan dan Peternak Ayam Petelur Foto: Dok. Biro Pers Setpres
Terkait polemik jabatan presiden 3 periode, jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, menyebut perdebatan itu tak bisa dihindari. Namun, ia memastikan sikap Jokowi sudah tegas menolak jabatan tiga periode.
ADVERTISEMENT
"Isu tentang wacana tiga periode dan kemudian perpanjangan masa jabatan Presiden itu sudah dibantah secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Baik pada pertemuan dengan wartawan tahun 2019 dan tahun 2021, dan terakhir sudah dibantah lagi oleh beliau pada pertemuan dengan para pemred," kata Fadjroel kepada wartawan, Selasa (28/9).
"Tapi kami juga ingin mengatakan bahwa perdebatan itu tentu tidak bisa dihalangi. Oleh karena Pasal 28 mengatakan adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikirannya secara tertulis maupun tidak tertulis," tambah Fadjroel.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020