Cak Imin Dinilai Setuju Koalisi Gerindra-PKB karena Bakal Jadi Cawapres Prabowo

14 Agustus 2022 15:45
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan PKB dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan PKB dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
ADVERTISEMENT
Gerindra dan PKB telah menandatangani piagam kerja sama untuk Pemilu 2024 dalam acara Rakernas Gerindra di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (13/8).
ADVERTISEMENT
Salah satu poin isi piagam itu menyebut, Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akan memegang amanat untuk menentukan pasangan calon presiden Pemilu 2024 nanti.
Prabowo Subianto sebelumnya telah menyatakan bersedia menerima mandat 34 DPD Gerindra untuk menjadi Capres 2024.
Lantas, apakah Prabowo sudah pasti akan berpasangan dengan Cak Imin sebagai capres-cawapres?
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, dr. Ujang Komarudin, menilai Prabowo dan Cak Imin pasti berpasangan di 2024. Menurutnya, PKB tak akan mau berkoalisi dengan Gerindra apabila Cak Imin tak dicalonkan sebagai cawapres mendampingi Prabowo.
"Saya melihat kalau koalisi Gerindra dan PKB, otomatis capresnya Prabowo, cawapresnya Cak Imin. Karena kalau PKB atau Cak Imin koalisi dengan Gerindra, kalau Cak Imin enggak jadi cawapres, PKB enggak mau, lah," kata Ujang saat dihubungi, Minggu (14/8).
ADVERTISEMENT
"Larilah gabung dengan koalisi lain. Jadi itu kesepakatan kedua belah pihak kalau Prabowo capres, cawapresnya Cak Imin. Itu clear," imbuh dia.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin. Foto: UAI
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin. Foto: UAI
Di atas kertas, koalisi Gerindra-PKB memenuhi syarat untuk mengusung capres-cawapres. Gerindra memiliki 13,57% atau 78 kursi, dan PKB memiliki 10,09% atau 58 kursi sehingga total 23,63% atau 136 kursi.
Ujang menilai, bakal ada 4 poros pada Pilpres 2024. Selain PKB-Gerindra, ia berpendapat Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang beranggotakan Partai Golkar, PAN, serta PPP dan PDIP akan menjadi dua poros lainnya yang meramaikan kontestasi.
Sementara poros terakhir yakni koalisi NasDem, Partai Demokrat dan PKS. Ia memprediksi poros ini bakal mengusung Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres-cawapres.
"Kemungkinan akan ada 4 poros. Pertama KIB sudah jelas. Lalu Gerindra-PKB. Lalu PDIP karena bisa calonkan diri sudah 20%. Keempat poros NasDem, Demokrat, PKS, mungkin yang akan diusung Anies-AHY, atau siapa pun lah," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
"Artinya 4 poros itu. Jadi 2024 kemungkinan 4 poros. Kelihatannya seperti itu. Tapi bisa juga berubah," pungkas dia.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muahimin Iskandar.  Foto: PKB
zoom-in-whitePerbesar
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muahimin Iskandar. Foto: PKB
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020