Cak Imin: Pelatihan Vokasi SMA-SMK Diperbanyak, Biar Terserap Dunia Kerja

5 November 2025 19:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Istana Negara Jakarta pada Rabu (5/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Istana Negara Jakarta pada Rabu (5/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah bakal memperbanyak pendidikan vokasi sebagai salah satu usaha memutus mata rantai kemiskinan.
ADVERTISEMENT
Penguatan pendidikan vokasi ini menjadi prioritas untuk memastikan lulusan SMA-SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
“Akan diperbanyak pelatihan-pelatihan vokasi untuk mendorong para alumni-alumni SMA dan SMK untuk bisa lebih cepat terserap di dalam dunia kerja di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kepada wartawan usai rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).
Cak Imin menuturkan, Presiden Prabowo memberikan arahan tegas agar strategi pemutusan mata rantai kemiskinan dijalankan secara konkret dan terukur, dengan melibatkan seluruh sektor pendidikan dan dunia kerja.
“Yang paling konkret, sekolah rakyat dengan berbagai perkembangan. Yang berikutnya, bersama Pak Menko PMK, mengkonsolidir pendidikan menjadi bagian integral mengatasi pengangguran dan tantangan dunia kerja di masa yang akan datang,” ujar Muhaimin.
Pengunjung mencoba simulator alat berat di salah satu stan pelatihan pada Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional di Jakarta, Jumat (28/10/2022). Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto
Selain itu, Cak Imin mengungkapkan arahan Prabowo tentang menekankan pentingnya revitalisasi sekolah vokasi agar kurikulum pendidikan dan sistem pengelolaannya berorientasi pada kesiapan tenaga kerja masa depan, termasuk pentingnya menguasai bahasa asing.
ADVERTISEMENT
“Presiden memerintahkan kita untuk tidak segan-segan melakukan investasi melalui anggaran negara di dalam meningkatkan kapasitas skill vokasi para anak didik kita dan lulusan-lulusan pendidikan formal kita,” tuturnya.
“Termasuk, Pak Presiden minta supaya selain bahasa Indonesia, bahasa asing Inggris, Arab menjadi salah satu kewajiban bagi sekolah-sekolah untuk menerapkan,” pungkasnya.