Calon Kepala Sekolah Rakyat Mulai Diseleksi Besok, Kandidat 190 Orang
·waktu baca 2 menit

Sekolah Rakyat terus dimatangkan persiapannya. Selain infrastruktur, tenaga pengajar juga disiapkan.
Pemerintah mulai menyeleksi calon kepala sekolah rakyat. Sudah ada 190 kandidat yang akan menjalani seleksi lanjutan.
"Besok insyaallah, besok hari Rabu ya. Hari Rabu, kita akan wawancara calon kepala sekolah. Jadi sudah ada sekitar 190-an calon kepala sekolah," kata Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (20/5).
"Wawancaranya insyaallah mulai besok dan kita pakai online. Karena wawancara online itu pun juga sudah diakui mulai dari kesahian dari sisi akademiknya sampai dengan paling efisien. Kalau enggak, bayangkan dari calon kepala sekolah dari daerah-daerah ke sini, costnya berapa itu," tambah dia.
Nuh mengatakan, ada 600 kandidat yang terus menjalani seleksi bertahap oleh Kemendikdasmen. Dari jumlah itu, munculnya 190 kandidat yang besok akan menjalani seleksi lanjutan.
"Nanti dari 190-an itu akan kita ambil 60-an. Kita ambil 60-an, yang akan kita tetapkan sebagai kepala sekolah di Sekolah Rakyat. Baru dari situ, mereka akan kita training lagi, kita akan latih, dan kita magangkan di beberapa tempat yang kita kira-kira bisa mewakili karakteristik dari sekolah rakyat itu," jelas M Nuh.
Setelah terpilih menjadi kepala Sekolah Rakyat, mereka akan ikut menyeleksi tenaga pengajar berikutnya, mulai guru hingga wali asrama.
"Jadi kepala sekolah ini duluan, termasuk wali asrama juga duluan, wali asuh juga duluan. Baru setelah itu nanti para gurunya, begitu kita rekrut, kita training lagi, dan insyaallah Juli pertengahan start," ucap Eks Mendikbud itu.
