Canda Gus Yahya: Kalau Saya Tidak Berubah, Mungkin Sudah Masuk FPI

14 Desember 2021 13:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
KH Yahya Cholil Staquf. Foto: Dok:  YouTube Islam and Liberty Network
zoom-in-whitePerbesar
KH Yahya Cholil Staquf. Foto: Dok: YouTube Islam and Liberty Network
ADVERTISEMENT
Calon Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkapkan ada satu titik yang membuatnya mengubah cara berpikirnya terhadap NU sebagai organisasi. Ia menjelaskan ada transformasi mindset dan mentalitas yang luar biasa yang dihadapi rekan-rekan segenerasinya di NU.
ADVERTISEMENT
"Saya, tuh, enggak begini dulunya. Artinya kalau saya tidak berubah sejak SMP-SMA, mungkin saya sudah masuk FPI lah kira-kira," kata Gus Yahya sembari tertawa dalam 'Gagasan Gus Yahya Menuju Muktamar NU' yang disiarkan melalui channel Youtube TVNU, Selasa (14/12).
Gus Yahya melanjutkan, perubahan yang dia alami banyak dipengaruhi oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur sebagai seorang tokoh menawarkan banyak sekali wacana dan sosoknya juga menarik perhatian banyak orang.
"Saya termasuk lumayan maniak terkait dengan Gus Dur ini. Baca semua tulisan-tulisan Gus Dur di berbagai platform, ya. Itu yang buat saya berubah," ungkapnya.
Gus Yahya saat berada di kediaman Ma'ruf Amin Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Ia mengatakan, selama ini umat Islam selalu dipersepsikan sebagai kelompok yang tidak beruntung jika dibandingkan umat agama lain. Namun, Gus Dur mengubah mindset itu dan mengajak masyarakat berkontribusi untuk menyempurnakan daripada melawan untuk menghancurkan.
ADVERTISEMENT
"Itu saya kira inti, core of the core dari segala wacananya Gus Dur," tuturnya.
Gus Yahya mengakui berubah setelah melihat Gus Dur. Tidak hanya dirinya, namun teman-teman segenerasinya di NU juga ikut berubah setelah melihat dan memahami semangat yang Gus Dur tawarkan.
"Semangat intelektualnya, semangat keulamaannya, semangat kemanusiaannya, semangat gerakannya. Masyaallah, ya. Saya ndak tahu berapa ratus tahun lagi kita bisa ketemu dengan sosok seperti Gus Dur," pungkasnya.