kumparan
search-gray
News3 Agustus 2020 2:17

Cegah Corona di Pesantren, Anggota DPR Gelar Rapid Test Untuk Santri di Tegal

Konten Redaksi kumparan
Cegah Corona di Pesantren, Anggota DPR Gelar Rapid Test Untuk Santri di Tegal (222585)
Ilustrasi Rapid Test Corona Foto: Indra Fauzi/kumparan
Pesantren merupakan salah satu tempat yang dikhawatirkan menjadi klaster penularan virus corona. Untuk mencegah penularan, test corona pada santri sangat penting dilakukan.
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi IX DPR Nur Nadlifah bersama Dinkes Kabupaten Tegal memfasilitasi rapid test kepada sekitar 500 santri di Pondok Pesantren Al Amiriyah Kambangan Lebaksiu, Kabupaten Tegal Jawa Tengah.
"Dengan rapid test nantinya tidak akan ada penularan antar santri," kata Nadlifah, dalam keterangannya, Minggu (2/8)
Rapid test massal itu juga bagian dari kegiatan reses Nadlifah di dapilnya Jateng IX (Tegal-Brebes), rapid test itu dilakukan secara gratis untuk mewaspadai klaster corona di Pesantren.
Nadlifah menjelaskan, rapid test menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi terinfeksi COVID-19 dalam tubuh manusia. Pemeriksaan rapid test hanya merupakan proses awal. Selanjutnya, hasil pemeriksaannya harus tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan PCR.
Cegah Corona di Pesantren, Anggota DPR Gelar Rapid Test Untuk Santri di Tegal (222586)
Anggota DPR RI Nur Nadlifah bersama Dinkes Kabupaten Tegal gelar rapid test untuk santri di Pondok Pesantren Al Amiriyah. Foto: Dok. Istimewa
"Dengan rapid test yang ada harapannya dapat memberikan rasa nyaman dan tenang pada santri dan para dewan asatiz," ujar Politikus PKB itu.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Pengasuh pesantren K.H. Syamsul Arifin, mengaku berterima kasih atas fasilitas dari Nur Nadlifah. Syamsul mengapresiasi pelayanan rapid test yang cepat dan nyaman bagi santrinya.
"Untuk mendapatkan tes tanpa biaya, menjadikan santri jadi tenang dan dinyatakan sehat, namun protokol kesehatan tetap diberlakukan untuk mencegah COVID-19," kata Syamsul.
Sebelumnya, klaster penularan virus corona di pesantren turut menyumbang angka kasus corona di Indonesia. Hal itu juga sudah diingatkan oleh pemerintah melalui Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito.
"Pertama di Pasar dan tempat pelelangan ikan ini adalah tempat di mana masyarakat berkumpul dan salah satu penyumbang kenaikan kasus. Lalu pesantren, transmisi lokal di setiap daerah, fasilitas kesehatan perlu jadi perhatian karena ini masih jadi sumber penularan yang cukup tinggi," kata Wiku dalam keterangannya, Senin (27/7).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white