News
·
17 September 2020 11:59

Cegah Klaster Corona Pilkada, Rahayu Saraswati Optimalkan Kampanye Online

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cegah Klaster Corona Pilkada, Rahayu Saraswati Optimalkan Kampanye Online (6227)
Rahayu Saraswati Foto: Facebook/@RahayuSaraswatiDjojohadikusumo
Kebijakan KPU yang memperbolehkan pelaksanaan kampanye Pilkada 2020 dengan menggelar konser musik secara langsung terus menuai kritik publik. Konser musik di tengah pandemi dikhawatirkan bisa membuat penularan virus corona meluas.
ADVERTISEMENT
Calon Wakil Wali Kota Tangerang Rahayu Saraswati menilai sulit menerapkan protokol COVID-19 di tengah konser musik saat kampanye Pilkada 2020.
"Bagi yang mengatakan bahwa konser fisik bisa sesuai protokol ya agak rancu. Kecuali yang hadir betul-betul bisa dibatasi, acara diadakan di ruang terbuka, dan yang hadir juga bisa disiplin," kata Rahayu kepada kumparan, Kamis (17/9).
Sejauh ini, Waketum Gerindra ini mengaku sudah meminta pada timnya agar lebih banyak melakukan kampanye secara virtual. Rahayu Saraswati tak ingin muncul klaster corona saat Pilkada 2020 berlangsung.
"Saya pribadi tidak berharap ada klaster baru selama pilkada. Sedari Minggu lalu, saya sudah meminta tim saya untuk mengajak orang-orang lebih sering ber-ZOOM," ujarnya.
"Bertemu secara daring, demi kesehatan dan keselamatan bersama. Dan yang pasti akan tetap mematuhi peraturan yang ada dalam kegiatan tatap muka," lanjutnya.
Cegah Klaster Corona Pilkada, Rahayu Saraswati Optimalkan Kampanye Online (6228)
Oplet Si Doel yang digunakan Muhamad-Rahayu Saraswati saat mendaftar ke KPU Tangerang Selatan, Jumat (4/9). Foto: Dok. Istimewa
Lebih lanjut, keponakan Prabowo Subianto ini terbuka jika konser musik digelar secara online. Atau mungkin jika konser digelar secara drive in.
ADVERTISEMENT
"Jika ada yang mau melakukan konser virtual tentunya selama pengadaannya sesuai dengan protokol juga bisa," ujarnya.
"Sekarang juga ada cara baru yang drive-in. Mungkin bisa jadi pertimbangan," tambahnya.
Sebelumnya, dalam PKPU Nomor 10/2020 pasal 63, diatur tujuh jenis kegiatan kampanye yang tidak melanggar aturan perundang-undangan. Yakni rapat umum, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik; kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai; perlombaan; kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah; peringatan hari ulang tahun partai politik; dan/atau melalui media sosial.
Dalam poin (2) diatur pula batasan peserta yang hadir maksimal 100 orang, dengan menerapkan protokol kesehatan corona. Setiap kegiatan juga diminta berkoordinasi dengan Satgas atau pemda setempat.
ADVERTISEMENT