News
·
16 April 2021 13:31

Cerita di Balik Habib Rizieq Selesaikan S3 di Penjara

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cerita di Balik Habib Rizieq Selesaikan S3 di Penjara (78486)
Habib Rizieq Syihab usai memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya sebelum menjalani pemeriksaan, Sabtu (12/12). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Habib Rizieq lagi-lagi muncul dengan kabar baru. Kini dia resmi bergelar PhD meski saat ini masih mendekam di penjara atas sederet kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.
ADVERTISEMENT
Ya, Habib Rizieq memang sudah ditahan sejak 13 Desember 2020. Tapi tekad untuk menyelesaikan S3 tak lantas surut.
Sejak berada di tahanan Polda Metro Jaya lalu pindah ke rutan Bareskrim Polri, Rizieq selalu meminta buku-buku untuk keperluan disertasi turut dibawa ke dalam sel. Dari situlah, dia terus menyelesaikan sampai akhirnya menjalani sidang pada Kamis (15/4).
"Keperluan disertasi berupa buku dibawa ke tahanan dan sesuai hak menuntut ilmu dalam HAM dan diatur juga dalam UUD 1945 itu alhamdulillah diakomodir sesuai ketentuan," kata pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, saat dihubungi, Jumat (16/4).
Cerita di Balik Habib Rizieq Selesaikan S3 di Penjara (78487)
Kondisi Habib Rizieq di tahanan Polda Metro Jaya. Foto: Dok. Istimewa
Aziz memang tampak bolak-balik ke rutan untuk membawa keperluan buku hingga bahan-bahan disertasi yang dibutuhkan Habib Rizieq. Proses penyelesaian disertasi hingga sidang pun berjalan lancar.
ADVERTISEMENT
Bareskrim Polri, kejaksaan, dan pengadilan memudahkan itu semua. Rizieq memang tengah menjalani maraton sidang kasus prokes. Jadwal sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pun tidak bentrok dengan jadwal sidang disertasi.
"Itu ketentuan dari tempat tahanan dalam hal ini Rutan Mabes Polri dan memperhatikan UUD 1945 dan UU HAM tentang hak dalam menuntut ilmu," tambah dia.
Cerita di Balik Habib Rizieq Selesaikan S3 di Penjara (78488)
Rizieq memenuhi panggilan penyidik. Foto: Reno Esnir/Antara
Catatan kumparan, pada tahun 2012 Rizieq ke Malaysia untuk melanjutkan program doktornya dalam program Dakwah dan Manajemen di Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Universitas Sains Islam Malaysia (USIM).
Disertasinya berjudul "مناهج التميز بين الأصول والفروع عند أهل السنة والجماعة" (Perbedaan Asal dan Cabang Ahlussunah Wal Jama'ah) di bawah pengawasan Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni dan Dr. Ahmed Abdul Malek dari Nigeria.
ADVERTISEMENT
Perjalanan untuk menuntaskan disertasi ini memang tak mudah. Sejak 2012 sampai saat ini Habib Rizieq melewati sederet peristiwa baik di Indonesia maupun di Makkah.
Sejumlah kasus menjeratnya saat itu. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menetap di Makkah. Baru 10 November 2020, Rizieq benar-benar pulang kembali ke Indonesia.
"Lama karena sempat banyak halangan karena sepertinya dimulai sejak beliau masih di Makkah Al-Mukarramah. Prosesnya melalui daring sebelumnya," tutur dia.
Sesampainya di Indonesia, Rizieq juga menghadapi sejumlah masalah hukum sampai akhirnya harus dipenjara dan menjalani sidang hingga saat ini.
"Dengan ini kami kuasa hukum Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab menginformasikan kepada segenap Umat bahwa pada hari Kamis, 3 Ramadhan 1442 H / 15 April 2021 M telah dilaksanakan Ujian Disertasi Doktoral secara online oleh Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab," ucap Aziz.
ADVERTISEMENT