Cerita Eks Anak Buah: SYL Berintegritas, Pernah Tolak Uang Sekardus

10 Juni 2024 13:59 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sidang lanjutan kasus gratifikasi di lingkungan Kementan dengan terdakwa SYL di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sidang lanjutan kasus gratifikasi di lingkungan Kementan dengan terdakwa SYL di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Syahrul Yasin Limpo menghadirkan seorang ASN pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. ASN bernama Abdul Malik Faisal itu dihadirkan SYL sebagai saksi meringankan bagi dirinya.
ADVERTISEMENT
Dalam kesaksiannya, Abdul Malik Faisal menceritakan bahwa SYL pernah menolak uang sekardus saat menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.
Abdul Malik Faisal merupakan staf ahli Gubernur Sulawesi Selatan. Ia kenal dengan SYL sejak menjabat Bupati Gowa.
Ia dihadirkan oleh SYL sebagai saksi meringankan atau a de charge dalam persidangan kasus gratifikasi dan pungli SYL dkk di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/6).
Menurut Abdul Malik, kala itu ada seseorang yang datang dan ingin bertemu SYL. Ia menyebut bahwa SYL sempat bertanya kenapa tamu itu membawa kardus.
Akan tetapi, Abdul Malik menyebut tak mengetahui isi kardus yang dibawa. Singkat cerita, usai pertemuan itu, sang tamu dilihat Abdul Malik tak lagi membawa kardusnya.
ADVERTISEMENT
"Pada saat saya suruh masuk, sampai di dalam, tidak lama kemudian orang itu keluar tidak bawa bungkusan. Bungkusannya simpan di dalam. Kemudian saya ditelepon [SYL], saya masuk, [bilang] siap, dia [SYL] bilang, 'Bawa [kardus] ini, ini bawa ini, kejar tadi itu orang, sampaikan terima kasih'," ujar Abdul Malik menceritakan kesaksiannya di persidangan.
Perintah SYL untuk mengembalikan kardus tersebut dilaksanakan Abdul Malik. Ternyata, lanjut dia, ada uang di dalam kardus tersebut.
"Saya sampaikan, saya kejar ke bawah, karena di atas, saya bilang, 'Pak, Pak, tunggu, ini Pak Syahrul minta kita ambil kembali. Pak Syahrul tidak berkenan terima ini, dia cuma bilang terima kasih sudah diberikan'," katanya.
Abdul Malik pun mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari peristiwa yang dialaminya itu. Lewat peristiwa itu, ia juga mengungkapkan bahwa SYL merupakan orang yang berintegritas.
ADVERTISEMENT
"Dan itu yang pelajaran luar biasa yang saya dapat, karena pada saat itu saya kembali, karena saya mengurus dia punya kartu kredit, bayarkan kartu kreditnya, saya bilang, 'Pak, kenapa tidak diambil sedikit, kita bayar kartu kredit, baru supaya kita kembalikan sisanya.' Dia [SYL] bilang, 'Eh, Malik, jangan harga dirimu hilang gara-gara uang, jangan kau terhina gara-gara uang'," tutur Abdul Malik.
"Makanya, saya menganggap Beliau sangat punya integritas dan saya bersumpah demi Allah itu yang terjadi," pungkasnya.
Sidang SYL di Pengadilan Tipikor Jakarta, masih berjalan. Jaksa KPK sudah melakukan pembuktian dengan menghadirkan sejumlah saksi, dari pejabat eselon Kementan hingga keluarga SYL.
Adapun dalam perkaranya, SYL bersama dua anak buahnya Kasdi Subagyono dan M. Hatta didakwa melakukan pungli kepada pejabat Kementan. Nilai total yang diduga mereka peroleh dari pungli tersebut mencapai Rp 44,5 miliar.
ADVERTISEMENT
Terungkap uang puluhan miliar itu digunakan untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarganya. Mulai dari perjalanan ke luar negeri, umrah, hingga membeli barang mewah.