kumparan
search-gray
News6 Maret 2020 21:30

Cerita Konjen soal China Atasi Corona: Petugas Berpengalaman - Obat Tradisional

Konten Redaksi kumparan
PTR- Tim medis Wuhan China virus corona pakaian hazmat
Petugas medis berpakaian hazma merawat pasien di salah satu rumah sakit di Wuhan, China. Foto: China Daily via REUTERS
Konsul Jenderal (Konjen) China di Denpasar, Gou Haodong, mengatakan, tingkat penyebaran virus corona di China semakin menurun. Jumlah warga yang sembuh juga semakin meningkat.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan catatan Haodong per tanggal 5 Maret 2020, pasien positif virus corona di China mencapai 80.562 orang, dengan angka kematian mencapai 3.042 jiwa. Sementara pasien dinyatakan sembuh sudah mencapai 53.726 orang.
Para penderita virus corona di RS Fangcai di kota Wuhan
Para penderita virus corona di RS Fangcai di kota Wuhan, Hubei, China Foto: AFP/STR
Saat puncak Desember-Januari lalu tingkat penyebaran virus corona di China daratan dapat mencapai 400 orang setiap hari. Saat ini, tingkat penyebaran di Provinsi Hubei mencapai 100 orang per hari. Di luar Provinsi Hubei mencapai 10 orang setiap hari.
"Sekarang kondisi di Tiongkok sudah mulai membaik menurut data yang kami dapat selama seminggu terakhir ini di luar Provinsi Hubei yang kasus baru setiap hari di bawah 10, jadi wabahnya sudah berhasil dikendalikan di Provinsi Hubei, khususnya Kota Wuhan," kata Haodong di Denpasar, Jumat (6/3).
Konjen RRT Mr Gou Haodong
Konjen RRT, Mr Gou Haodong di Denpasar, Selasa (4/2). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Haodong berbagi informasi atas keberhasilan China mengendalikan virus corona ini. Pertama, petugas medis telah berpengalaman dan ahli dalam menangani penyebaran penyakit menular seperti SARS.
ADVERTISEMENT
"Karena sekarang kondisinya sudah semakin membaik tingkat kesembuhan juga terus meningkat ini karena satu tentang ahli-ahli atau petugas medis sudah punya pengalaman untuk menangani virus ini," kata Haodong.
Kedua, China mengkombinasikan obat-obat di pelayanan farmasi dengan obat tradisional.
"Kedua, dengan kombinasi obat tradisional Tiongkok (China) dan obat dari barat pasiennya lebih cepat sembuh," ujar Haodong.
Tim medis Wuhan China virus corona pakaian hazmat
Petugas medis berpakaian hazma merawat pasien di salah satu rumah sakit di Wuhan, China. Foto: China Daily via REUTERS
Haodong mengungkapkan saat wabah virus corona merebak di Provinsi Shanxi, petugas medis menggunakan obat kombinasi ini dalam mengatasinya.
"Misalnya di satu Provinsi Shanxi pada awal merebaknya virus corona pasien di sana semua diobati dengan kombinasi obat tradisional dan barat di provinsi itu tidak ada kasus kematian. Satu sisi lain untuk yang pasien dalam kondisi kritis dokter di China juga sudah punya makin banyak pengalaman untuk mengobatinya jadi tingkat kesembuhan terus meningkat," kata dia.
Pasien Virus Corona di Pusat Pameran Wuhan
Pasien gejala virus corona atau COVID-19 ringan melakukan olahraga senam di rumah sakit darurat pusat pameran di Wuhan, Hubei, China. Foto: AFP/STR
Haodong menyatakan China bersedia membantu negara terjangkit virus corona dengan angka penyebaran yang tinggi, seperti Jepang dan Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
"Sekarang kondisi di luar China juga Sangat mengkhawatirkan. Memang saat ini Tiongkok sudah banyak pengalaman jadi kami juga sangat berkenan bila diperlukan misalnya pengalaman atau langkah-langkah yang kami ambil untuk mencegah dan mengendalikan virus corona ini," kata dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white