Cerita Nadiem Nginap di Rumah Guru Honorer di Lombok: Tak Akan Saya Lupakan

8 Oktober 2021 13:37
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cerita Nadiem Nginap di Rumah Guru Honorer di Lombok: Tak Akan Saya Lupakan (9479)
searchPerbesar
Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama guru honorer di Lombok. Foto: IG @nadiemmakarim
Mendikbudristek Nadiem Makarim kembali menginap di rumah seorang guru honorer bernama Pak Sukardi di Lombok Tengah, NTB. Kisah ini dibagikan Nadiem dalam akun Instagramnya.
ADVERTISEMENT
"Pak Sukardi, terima kasih sudah memperbolehkan saya menginap di rumah Bapak," tulis Nadiem yang juga membagikan fotonya sedang merangkul Sukardi, dikutip Jumat (8/10).
Nadiem menceritakan kisah Sukardi yang sudah 25 tahun mengabdi sebagai guru honorer. Namun, sebelum jadi guru honorer, Sukardi sudah pernah mengecap pekerjaan lain, yakni bekerja di perkebunan dengan gaji Rp 8 juta per bulan.
"Tapi Bapak berhenti setelah beberapa minggu dan kembali mengajar di sekolah karena merasa tidak ada kepuasan di luar mengajar. Pengorbanan yang bapak lakukan sungguh luar biasa," ungkap Nadiem.
Kisah Sukardi yang lain diceritakan oleh Nadiem. Suatu saat, Sukardi pernah diberhentikan seorang polisi karena helmnya rusak. Rupanya, polisi yang memberhentikannya adalah murid Sukardi.
Cerita Nadiem Nginap di Rumah Guru Honorer di Lombok: Tak Akan Saya Lupakan (9480)
searchPerbesar
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/8/2021). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
"Bukannya ditilang, polisi tersebut malah memberikan Pak Sukardi uang untuk membeli helm baru. Itulah rasa hormat dan apresiasi yang Bapak tumbuhkan dalam murid Bapak," cerita Nadiem.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Tak sampai di situ, Nadiem juga bercerita saat-saat paling mengharukan saat Sukardi bertemu dengan muridnya sendiri yang sudah menjadi kepala sekolah. Namun, kala itu Sukardi merasa bangga sekaligus malu.
"Bangga karena murid Bapak sukses, tapi malu karena Bapak masih berstatus guru honorer dengan gaji jauh di bawah UMR," ujar dia.
Di akhir tulisannya, Nadiem menyebut kini Sukardi berhasil menjadi salah satu dari 173.328 guru honorer yang dinyatakan lolos seleksi menjadi ASN P3K.
Bapak akhirnya akan mendapatkan nafkah yang layak. Hari ini murid-murid Pak Sukardi pasti merasa bangga.
"Saya tidak akan pernah melupakan malam saya menginap di rumah Bapak. Terima kasih sudah menjadi inspirasi saya. Salam buat keluarga, Pak. Titip salam untuk Ibu yang sudah menyambut saya dengan hangat dan menyuguhi saya ubi yang nikmat," tutup Nadiem.
ADVERTISEMENT
----------
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020