kumparan
30 Januari 2018 20:20

Cerita Panglima TNI Tentang Kakeknya yang Anggota Laskar Sabilillah

Hadi Tjahjanto silaturahmi dengan para Kyai. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersilaturahmi dengan para kiai dan alim ulama se-Jawa Timur di Pondok Pesantren An-Nur, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/1). Di hadapan mereka, Hadi bercerita tentang peran besar para kiai yang berjuang mempertahankan NKRI dan Pancasila.
Hadi Tjahjanto silaturahmi dengan para Kyai. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Menurutnya, nilai-nilai dasar yang telah diletakan kiai dan ulama saat memperjuangkan kemerdekaan puluhan tahun silam, sangatlah berarti.
Hadi Tjahjanto silaturahmi dengan para Kyai. (Foto: Dok. Puspen TNI)
“Saya akan pegang nilai-nilai dasar tersebut. Mudah-mudahan dengan doa seluruh Kyai dan Ulama, saya sebagai Panglima TNI dapat melaksanakan tugas negara dalam menegakan kedaulatan, menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa,” ujar Hadi, dalam keterangan pers yang diterima kumparan (kumparan.com).
Hadi Tjahjanto silaturahmi dengan para Kyai. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Tak hanya itu, Hadi juga bercerita tentang peran kakeknya, yang pernah tergabung dalam Laskar Sabilillah untuk melawan Belanda saat pertempuran 10 November di Surabaya. Hadi menyebut, kakeknya juga pernah tergabung dalam Batalyon 509 Situbondo, sebelum akhirnya tutup usia.
Hadi Tjahjanto silaturahmi dengan para Kyai. (Foto: Dok. Puspen TNI)
“Saya sampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada para Kiai dan Ulama, yang telah berkenan dan memberikan petuahnya kepada saya sebagai Panglima TNI dalam acara silaturahmi di Ponpes An-Nur ini,” kata Hadi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan