kumparan
27 September 2018 13:04

China Eksekusi Mati Korban Bully Pelaku Pembantaian

Ilustrasi Hukuman Mati
Ilustrasi hukuman mati. (Foto: PublicDomainPictures via Pixabay)
Pemerintah China pada Kamis (27/9) mengeksekusi pelaku pembunuhan terhadap sembilan siswa. Pembantaian itu terjadi di Provinsi Shaanxi, April 2018.
ADVERTISEMENT
Vonis terhadap Zhao Zewei dijatuhkan pada bulan Juli. Dia terbukti bersalah atas dakwaan penyerangan 19 siswa di SMP Mizhi di Saanxi 27 April lalu.
Setelah menerima persetujuan dari Mahkamah Tinggi, akhirnya eksekusi terhadap Zhao dilakukan di luar Provinsi Saanxi.
Zhao melakukan pembantaian di bekas sekolahnya menggunakan pisau. Ia beralasan, tindakan itu sebagai pelampiasan rasa frustrasi atas kemalangan hidupn serta bullying yang diterimanya di sekolah.
Dilansir Reuters, Kamis (27/9), otoritas China menyatakan motif depresi Zhao tidak bisa dibenarkan. Pengadilan China bahkan mengkategorikan tindakan Zhao sangat kejam karena telah mengambil nyawa orang lain.
Oleh sebab itu, Pengadilan China setuju untuk memvonis Zhao dengan eksekusi mati sebagai ganjaran dari perbuatan yang sudah dilakukannya.
ADVERTISEMENT
Kekerasan berujung pembunuhan menggunakan senjata tajam jarang terjadi di China. Sebab, China melakukan pengawasan ketat kepemilikan senjata.
Kasus Zhao pun menjadi salah satu kasus yang paling disorot di Negeri Tirai Bambu pada 2018 ini.
Sementara itu, untuk eksekusi mati, China adalah negara yang tak mau mengungkap data berapa kali mereka melaksanakan hukuman tersebut.
Meski demikian, kelompok HAM dunia memperkirakan jumlah pelaksanaan hukuman mati di China masuk dalam kategori tertinggi di dunia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan