China Tolak Jepang Jadi Anggota Tetap DK PBB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Tetap China untuk PBB Fu Cong. Foto: Bryan R. Smith/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Tetap China untuk PBB Fu Cong. Foto: Bryan R. Smith/AFP

China kembali memberikan reaksi keras terhadap pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan. Wakil Tetap China untuk PBB, Fu Cong, mengatakan pernyataan Takaichi itu sangat keliru dan berbahaya.

"Pernyataan itu merupakan campur tangan yang sangat serius terhadap urusan dalam negeri China dan pelanggaran serius terhadap prinsip Satu China dan semangat empat dokumen politik antara China dan Jepang," kata Fu dalam debat tahunan Majelis Umum PBB terkait reformasi Dewan Keamanan PBB, dikutip dari kantor berita Xinhua, Rabu (19/11).

"Pernyataan itu merupakan penghinaan terhadap keadilan internasional, tatanan internasional pascaperang, dan norma-norma dasar hubungan internasional, serta merupakan penyimpangan dari komitmen Jepang terhadap pembangunan yang damai," ujar Fu.

"Negara seperti itu sama sekali tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai anggota tetap Dewan Keamanan," tegasnya.

Dalam pertemuan dengan anggota parlemen, Takaichi mengatakan semua serangan bersenjata ke Taiwan akan mengancam keselamatan Jepang dan tak menutup kemungkinan Jepang mengirim pasukan ke Taiwan untuk pertahanan bersama.

Upaya Jepang Incar Anggota Tetap DK PBB, tapi Ditolak China

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan pertemuan mengenai situasi di Timur Tengah termasuk serangan Iran baru-baru ini terhadap Israel di markas besar PBB di New York City, Kamis (14/4/2024) Foto: CHARLY TRIBALLEAU / AFP

Jepang memang sejak lama mengincar kursi anggota tetap DK PBB. Usaha itu telah ditunjukkan Jepang sejak pertengahan 1990-an dengan menyatakan siap menjadi anggota tetap DK PBB.

Kampanye itu semakin jelas sejak 2005. Jepang saat itu menyatakan pentingnya reformasi DK PBB dan menyatakan kesiapannya untuk memangku tanggung jawab yang lebih besar sebagai anggota tetap di DK PBB yang direformasi.

Jepang menyebut ada sejumlah keuntungan yang didapat negara itu jika menjadi anggota tetap DK PBB, di antaranya Jepang dapat lebih baik menjalankan kepentingannya dalam isu perdamaian dan keamanan internasional yang berdampak langsung pada kepentingan nasional Jepang dan dapat memainkan lebih banyak peran konstruktif dalam mempertahankan keamanan dan perdamaian internasional melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan terkait tantangan yang dihadapi PBB.

Jepang juga menilai ada keuntungan yang didapat komunitas internasional jika jadi anggota tetap DK PBB, seperti dapat secara aktif terlibat dalam upaya diplomatik di bidang pelucutan senjata dan nonproliferasi sebagai anggota tetap yang tidak memiliki senjata nuklir hingga meningkatkan keterwakilan Asia di DK PBB. Satu-satunya negara Asia yang jadi anggota tetap DK PBB adalah China.

Terlepas dari berbagai usaha yang dilakukan, ada dua negara yang menolak Jepang menjadi anggota tetap DK PBB. Rusia menolak Jepang jadi anggota tetap DK PBB dengan alasan tidak akan ada reformasi PBB yang tidak didukung mayoritas negara anggota.

"Ada negara yang mengincar kursi Dewan Keamanan yang tidak akan pernah mereka dapatkan. Kami telah menyampaikan secara langsung. Secara khusus Jerman dan Jepang, mereka tidak akan mendapat kursi permanen di Dewan Keamanan," kata Wakil Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dikutip dari Tehran Times.

China juga sejak lama menolak Jepang jadi anggota tetap DK PBB. Dikutip dari China Daily, China menyatakan Jepang tidak pantas menjadi anggota tetap DK PBB karena belum mengoreksi sikapnya sejarah masa lalu, utamanya terkait Perang Dunia II. China menuntut agar Jepang terlebih dulu menangani peristiwa selama Perang Dunia II secara serius.