News
·
8 Desember 2020 11:44

Corona Melonjak, Korsel Bakal Beli Vaksin untuk 44 Juta Orang Warganya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Corona Melonjak, Korsel Bakal Beli Vaksin untuk 44 Juta Orang Warganya (3716)
Seorang wanita mengenakan masker saat beraktivitas di Seoul, Korea Selatan, Kamis (28/5). Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Korea Selatan telah menandatangani kesepakatan penyediaan vaksin corona untuk 44 juta orang. Vaksin corona ini akan tersedia pada tahun 2021 mendatang.
ADVERTISEMENT
Mengutip Reuters, pemerintah setempat telah mengatur pembelian sebanyak 20 juta dosis dosis dari masing-masing vaksin AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna. Kemudian sebanyak 4 juta dosis vaksin dari Johnson & Johnsons’ Janssen. Jumlah itu cukup untuk memvaksinasi sebanyak 34 juta orang.
Sedangkan untuk dosis tambahan diperoleh dari proyek vaksin global, COVAX, dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin ini bisa digunakan untuk 10 juta orang.
“Kami awalnya berencana untuk mengamankan vaksin untuk 30 juta orang. Tetapi kami memutuskan untuk membeli lebih banyak karena ada ketidakpastian atas keberhasilan calon vaksin dan persaingan ketat antar negara untuk pembelian awal,” ucap Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.
Pengiriman vaksin paling lambat dilakukan bulan Maret 2021, begitu pula vaksinasi massal juga akan dimulai tahun depan. Sementara itu, pihak berwenang akan mengamati bagaimana vaksin bekerja di negara lain selama beberapa bulan untuk memastikan keamanan.
ADVERTISEMENT
“Kami tidak melihat kebutuhan untuk segera memulai vaksinasi tanpa memastikan bahwa risiko vaksin telah diverifikasi,” kata dia.
Vaksin pertama di Korsel akan diberikan kepada tenaga medis, lansia, pekerja sosial, dan orang dengan penyakit bawaan.
Saat ini, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea telah melaporkan 594 kasus baru corona pada tengah malam hari Senin (7/12). Total kasus corona negara tersebut kini mencapai 38.755 dengan 552 kematian.
Otoritas Kesehatan memperkirakan kasus harian akan berkisar antara 550 dan 750 pada minggu ini dan kemungkinan melonjak hingga 900 pada minggu depan. Jika prediksi itu akurat, Wakil Menteri Kesehatan, Kang Do-tae mengatakan sistem kesehatan negara mungkin runtuh.
“Mungkin ada situasi berbahaya yang membuat sulit, tidak hanya untuk merawat pasien COVID-19 tetapi juga untuk menyediakan layanan medis,” kata Kang.
ADVERTISEMENT