kumparan
News27 Maret 2020 17:26

Dalam 48 Jam RS di Paris Bakal Kewalahan Tangani Pasien Corona

Konten Redaksi kumparan
Virus Corona-Prancis-Razia Polisi
Petugas kepolisian Prancis memeriksa pengendara sepeda di depan Arc de Triomphe yang sepi saat lockdown di Paris, Prancis. Foto: REUTERS / Benoit Tessier
Lonjakan pasien virus corona di Paris, Prancis, akan mencapai titik puncak dalam 48 jam ke depan.
ADVERTISEMENT
Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Federasi Rumah Sakit Prancis, Frederic Valletoux. Saat ini seperempat dari 29 ribu penderita corona di Prancis berada di Paris dan sekitarnya.
Sebanyak 1.300 di antaranya bahkan dalam perawatan intensif. Korban jiwa sudah mencapai 1.696 orang.
Virus Corona-Prancis-Razia Polisi
Petugas kepolisian Prancis memeriksa pengendara sepeda di depan Arc de Triomphe yang sepi saat lockdown di Paris, Prancis. Foto: REUTERS / Benoit Tessier
Valletoux menegaskan, dengan melonjaknya pasien maka otoritas kesehatan di Paris tak bisa bekerja sendirian.
"Kami jelas membutuhkan bantuan khususnya di Paris Raya, karena apa yang terjangkit di Timur akan datang ke sana," sebut Valletoux, seperti dikutip dari AFP.
Valletoux berharap apa yang terjadi di Grand Est tidak terulang di Paris. Di wilayah epidemi pertama di Prancis itu, rumah sakit setempat kewalahan menangani banyaknya pasien. Beberapa tentara sampai membantu menangani tim medis.
Menara Eiffel sepi dari pengunjung
Suasana kosong di Menara Eiffel di Paris, Prancis akibat virus corona. Foto: Daniel Brown / Sipa USA/ Reuters
"Kami akan berada pada batas kapasitas dalam 24 atau 48 jam. Kami harus menunjukkan solidaritas antar wilayah dan rumah sakit," ucapnya.
ADVERTISEMENT
"Bila kami biarkan RS dan wilayah mengambil peran masing-masing dalam menghadapi epidemi, maka kita menuju bencana," tegasnya.
*****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan