kumparan
27 Maret 2020 15:54

Dalam Empat Hari, Jumlah Penumpang di Soetta Turun hingga 15.000 Orang

Suasana sepi di Bandara Soekarno-Hatta
Suasana sepi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (23/3). Foto: Dok. Angkasa Pura 2
Merebaknya wabah virus corona di Indonesia membuat sejumlah sektor transportasi terkena imbasnya. Salah satunya pada sektor penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
ADVERTISEMENT
Virus corona membuat aktivitas operasional di Bandara Soekarno-Hatta kian berkurang. Pantauan sumber kumparan pada Senin (23/3) menyebut bandara tampak kian sepi pada sore hingga malam.
“Bandara sepi, kosong semua. Pesawat saya harusnya berangkat kemarin, dicancel menjadi hari ini, tapi tetap saja sepi,” kata sumber yang merupakan penumpang Singapore Airlines tersebut.
Suasana sepi di Bandara Soekarno-Hatta
Suasana sepi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (23/3). Foto: Dok. Angkasa Pura 2
Area check in yang biasanya ramai dan kadang antreannya mengular, juga tampak kosong. Executive General Manager (EGM) Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi membenarkan apabila aktivitas Bandara Soekarno-Hatta tak seperti biasanya.
“Kalau sepi, berarti sudah benar. Ini upaya untuk memutus dulu mata rantai virus corona,” kata Agus kepada kumparan (23/3).
Sepinya aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta ini memang berbanding lurus dengan data jumlah penerbangan dan penumpang yang kian merosot.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data, jumlah penerbangan pesawat sejak tanggal 22 hingga 25 Maret 2020 mengalami tren penurunan. Jumlahnya juga tak sampai seribu apabila digabungkan antara penerbangan domestik dan internasional.
Sementara, hal yang sama juga terjadi pada aktivitas penumpang. Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta kian sepi semenjak adanya wabah corona.
Data dari 22 hingga 25 Maret 2020 menunjukkan, adanya tren penurunan penumpang internasional dan domestik. Terjadi penurunan 1.000 penumpang internasional dan 14.000 penumpang domestik dalam kurun waktu 4 hari.
“Bila kondisi normal, pergerakan pesawat 1.150 sampai 1.200-an perhari. Sementara penumpangnya 150 ribuan,” terang Agus.
Secara kumulatif, dalam 4 hari total penumpang di Bandara Soetta merosot hingga 15.165 orang. Dari 86.410 pada Minggu (22/3) menjadi 71.245 pada Rabu (25/3).
ADVERTISEMENT
Akibat penurunan jumlah penumpang ini, toko dan restoran di Bandara Soekarno-Hatta yang beroperasi juga semakin berkurang. Toko yang masih buka juga sudah mengurangi volume dagangannya.
Sepinya penumpang di Bandara Soetta bukanlah hal yang buruk menurut Agus. Ia menyebut, keadaan ini baik bagi pencegahan penyebaran virus corona.
“Ini bagus sebagai bagian cekal Covid-19, walaupun pahit bagi Cengkareng. Ini sangat baik untuk kepentingan lebih besar dalam rangka pencegahan,” tutupnya.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan