News
·
29 Juni 2018 9:37

Dalam Sebulan, Terjadi 5 Aksi Pelemparan Batu di Tol

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Dalam Sebulan, Terjadi 5 Aksi Pelemparan Batu di Tol (109151)
Pelemparan batu di tol Jakarta-Merak (Foto: Dok. Indrajaya)
Nahas menimpa Indrajaya (20) dan empat orang keluarganya saat mobil mereka melintas di Tol Jakarta-Merak KM 4 pada Rabu (27/6) malam. Sebongkah batu melesat dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tol tersebut dan mengenai mobilnya.
ADVERTISEMENT
Indra bercerita, batu itu dilempar entah oleh siapa dari atas JPO mengenai bagian kaca depan mobil Honda Freed-nya yang ia kemudikan dengan kecepatan sekitar 80 hingga 100 kilometer per jam. Kaca pecah dan melukai tangan Indra.
Dengan penuh luka-luka, Indra tetap memacu mobilnya keluar dari tol dan menuju RS Sari Asih untuk mendapat perawatan.
"Korban luka saya dan adik saya karena di depan, tapi di belakang bapak dan adik saya yang satu lagi terkena benturan batu dan pecahan kaca," ujar Indra kepada kumparan pada Kamis (28/6)
Insiden pelemparan batu di dari JPO seperti yang dialami Indra, kali kelima terjadi sepanjang bulan Juni.
Dalam Sebulan, Terjadi 5 Aksi Pelemparan Batu di Tol (109152)
Batu yang digunakan untuk melempar pria di Bekasi (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)
Aksi pelemparan batu pertama kali terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek tepatnya di bawah JPO Jatibening, Bekasi, Selasa (5/6). Menewaskan seorang pengemudi mobil bernama Saeful Mazizi (43) dengan luka di leher dan dada bagian kiri.
ADVERTISEMENT
Sekitar pukul 04.00 WIB, mobil Toyota Cayla bernomor polisi G 8696 ZP yang dikendarai Saeful melintas di jalur 2 dan 3 Tol Jakarta-Cikampek KM 6.300. Lima belas menit berlalu, tiba-tiba batu koral sebesar bola sepak jatuh dari atas JPO Jatibening dan mengenai kaca depan kemudinya.
Tak hanya mobil Saeful rupanya yang jadi korban pelemparan. Ada mobil lain yakni mobil Toyta Avanza milik Satrio Permadi dengan nopol B 1056 REF yang juga terkena lemparan batu. Keduanya pun segera menepi.
Dalam Sebulan, Terjadi 5 Aksi Pelemparan Batu di Tol (109153)
Mobil yang dilempar batu di jalan tol. (Foto: Instagram story @ridwanhr)
Tim Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jakarta-Cikampek mendatangi lokasi kejadian dan menemukan Saeful sudah dalam kondisi terluka parah akibat tertimpa batu tersebut. Tak berselang lama, Saeful meregang nyawa namun Satrio selamat sebab tubuhnya terhindar ari lemparan batu.
ADVERTISEMENT
Kurang dari sepekan kemujdian, lemparan batu mengenai mobil yang dikendarai anggota Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas) Brigadir Jenderal TNI Safiul. Pada Senin (11/6) sekitar pukul 03.00 WIB, Safiul melaju di Tol Jagorawi KM 14.
Tiba-tiba batu sebesar kepalan tangan 'meluncur' saat mobil Safiul melintas di bawah jembatan pintu keluar Tol Cibubur, Harjamukti, Kota Depok. Kaca mobil dinas Toyota Fortuner bernomor polisi B 203 RFD itu pun rusak.
Dalam Sebulan, Terjadi 5 Aksi Pelemparan Batu di Tol (109154)
JPO di KM 6.300 tempat terjadi pelemparan batu (Foto: Reki Febrian/kumparan)
Aksi pelemparan batu ketiga dilakukan anak remaja berimisial TZR dan HS esok harinya, Selasa (12/6), dari JPO di Tol Jagorawi. Hanya butuh waktu satu jam setelah aksinya, polisi berhasil mengamankan keduanya.
Kedua pelaku yang masih di bawah umur ini melempar batu dengan berbagai ukuran, mulai dari kerikil hingga yang berukuran sebesar jempol tangan orang dewasa seperti pecahan bata. Polisi menyebut, motif keduanya hanya iseng belaka.
Dalam Sebulan, Terjadi 5 Aksi Pelemparan Batu di Tol (109155)
RS Polri Kramat Jati. (Foto: Diah Harni/kumparan)
Pelemparan keempat terjadi di Jalan Juanda, Depok, pada Sabtu (15/6). Korbannya adalah Raffa Izmail (9) yang sedang berboncengan dengan ayah dan ibunya. Saat itu Raffa bersama ibu dan kakaknya tengah membonceng sang ayah yang menaiki sepeda motor.
ADVERTISEMENT
Tiba-tiba sebuah batu menghantam kepalanya. Raffa lalu berteriak kesakitan. Sang ayah, Hendi Permana melihat darah mengucur dari hidung Raffa, sehingga ia langsung membawa putranya ke RSU Bunda, Depok.
Dalam Sebulan, Terjadi 5 Aksi Pelemparan Batu di Tol (109156)
Hendi Permana, Ayah Raffa. (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)
Raffa mengalami perdarahan dan luka cukup parah, lalu dirujuk ke RS Polri. Ada bagian rahang dan tulang hidungnya yang retak, serta ada luka robek di bagian bibirnya sehingga ia harus menjalani operasi.