kumparan
27 September 2019 16:34

Dandhy Laksono Minta Publik Fokus Persoalan di Papua: Kasus Saya Kecil

Dandhy Dwi Laksono. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Aktivis sekaligus pembuat film dokumenter WatchdoC Dandhy Dwi Laksono telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait cuitannya di Twitter soal Papua.
ADVERTISEMENT
Meski tetap menyandang status tersangka, Dandhy meminta masyarakat tak perlu mengkhawatirkan kasus yang menjeratnya.
"Ya, saya ingin publik tetap fokus pada agenda yang lebih besar. Kasus saya tidak ada apa-apanya dan kecil," kata Dandhy saat ditemui di kediamannya di daerah Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/9).
Menurutnya, masyarakat harus tetap fokus dengan persoalan utama yang di Indonesia. Mulai dari konflik di Papua hingga mahasiswa yang tewas saat melakukan aksi demokrasi di beberapa daerah yang menolak sejumlah RUU kontroversial di DPR.
"Dibandingkan persoalan di Papua, mahasiswa yang tewas karena menuntut reformasi yang dituntaskan, saya pikir panggung utama bagaimana reformasi dituntaskan," jelas Dandhy.
Penangkapan Dandhy Laksono di rumahnya Foto: istimewa
Dandhy menambahkan, kasus yang menimpanya terlalu kecil jika sampai menjadi perhatian publik. Karena masih banyak persoalan lain yang harus dikawal masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Ini hanya panggung kecil jadi perhatian. Publik tetap energinya (harus fokus) pada persoalan yang lebih besar," tutup Dandhy.
Dandhy adalah jurnalis yang mendirikan rumah produksi film dokumenter WatchdoC. Beberapa waktu lalu dia sempat merilis film dokumenter Sexy Killers yang mengkritik soal bisnis batu bara di Indonesia.
Ia juga merupakan aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Dandhy pernah menjadi wartawan di berbagai media, termasuk RCTI.
Dandhy kerap menyuarakan kritik untuk pemerintah. Terakhir, dia sempat berdebat dengan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko soal referendum Papua.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan