Dapat Banyak Proyek Strategis, Jakpro dan Sarana Jaya Diminta Kerja Maksimal

24 Januari 2022 20:33
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Dapat Banyak Proyek Strategis, Jakpro dan Sarana Jaya Diminta Kerja Maksimal (31879)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz. Foto: Darin Atiandina/kumparan
ADVERTISEMENT
Menuju akhir masa jabatan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan, Komisi B meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Perumda Sarana Jaya untuk mengejar target Kegiatan Strategis Daerah (KSD).
ADVERTISEMENT
Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz akan terus mendalami sejumlah proyek besar yang dimiliki kedua BUMD ini agar sesuai dengan kajian dan target perencanaan yang tercantum dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1042 Tahun 2019.
“Kedua BUMD ini banyak sekali menerima penugasan dari Gubernur DKI, salah satunya masuk dalam KSD yaitu rumah Rp DP 0, kemudian yang kita banggakan JIS dan banyak proyek yang lain ada juga TIM (revitalisasi Taman Ismail Marzuki),” kata Abdul Aziz kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (24/1).
Dapat Banyak Proyek Strategis, Jakpro dan Sarana Jaya Diminta Kerja Maksimal (31880)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pencahayaan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (11/12/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Salah satu program kerja yang harus diselesaikan oleh Sarana Jaya adalah pengadaan perumahan melalui sistem pembayaran DP nol di Nuansa Pondok Kelapa dan Nuansa Cilangkap yang ditargetkan selesai Juli 2022.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedangkan untuk Jakpro, proyek Jakarta International Stadium (JIS) diperkirakan akan segera rampung Maret nanti.
Tidak lupa, Jakpro juga masih memegang tanggung jawab besar sebagai pengadaan penyelenggara ajang Formula E.
Dapat Banyak Proyek Strategis, Jakpro dan Sarana Jaya Diminta Kerja Maksimal (31881)
zoom-in-whitePerbesar
Sirkuit formula E Ancol. Foto: Jakpro
Selain proyek yang telah disebutkan, Abdul lebih memfokuskan kepada pengerjaan ITF atau pusat pengelolaan sampah yang menjadi proyek gabungan Sarana Jaya dan Jakpro.
“Seperti yang kita tahu, di Bantar Gebang ini pada tahun 2023 sudah tidak akan mampu menampung sampah dari Jakarta, dan dua BUMD ini Jakpro dan Sarana Jaya ditugaskan untuk membangun ITF” jelasnya.
“Banyak proyek-proyek lain juga yang sedang kita evaluasi, sudah berapa persen penyelesaian dan kira-kira kapan bisa diselesaikan. Kita juga akan melanjutkan dengan BUMD-BUMD yang lain sampai kita tahu pasti bahwa KSD yang ada di BUMD akan segera terselesaikan sesuai dengan waktunya,” pungkas Aziz.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020