Dasco: Pilgub Jabar Mengarah ke Dedi Mulyadi-Bima Arya, Sedang Disurvei

11 Juni 2024 12:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal DPD Partai Gerindra di Jakarta, Kamis (9/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal DPD Partai Gerindra di Jakarta, Kamis (9/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pilgub Jabar jadi salah satu pertarungan sengit partai politik. Gerindra juga menimbang betul siapa yang akan didukung di Pilgub Jabar.
ADVERTISEMENT
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Gerindra sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik di Koalisi Indonesia Maju. Ada kans besar Gerindra mengajukan Dedi Mulyadi dan Bima Arya untuk berlaga di Pilgub Jabar.
"Ya pembicaraan-pembicaraan dengan teman-teman koalisi untuk di Jawa Barat memang lebih mengarah ke Dedi Mulyani dan cawagubnya Pak Bima Arya ya," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6).
Dedi Mulyadi, politisi Gerindra, saat menjadi narasumber Info A1 di kumparan, Jakarta, Selasa (23/4/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Dedi Mulyadi merupakan kader Gerindra yang juga eks Bupati Purwakarta. Sementara, Bima Arya merupakan politikus PAN yang juga mantan Wali Kota Bogor.
"Kita juga sedang melakukan survei-survei, sambil menunggu pendaftaran bulan Agustus, tentunya survei-survei ini akan terus dilakukan dan penguatan-penguatan di bawah akan terus dilakukan," tambah Wakil Ketua DPR itu.
Wali Kota Bogor Bima Arya pada uji coba Jembatan Otista di Kota Bogor, Senin (14/12/2023). Foto: Dok. Istimewa
Tak bisa dipungkiri, untuk Pilgub Jabar, nama Ridwan Kamil masih paling tinggi elektabilitasnya. Ridwan Kamil yang eks Gubernur Jabar merupakan kader Partai Golkar.
ADVERTISEMENT
Soal ini, Dasco mengatakan komunikasi dan diskusi masih terus berlangsung. Bagi dia, Pilkada bukan soal beda pendapat tapi bagaimana perhitungan matang dan bisa menang di Pilgub Jabar.
"Sebenarnya bukan perbedaan pendapat, ini kan itung-itungan mana yang lebih prioritas, maju di mana kemudian untuk meraih kemenangan," tutur dia.
"Jadi itung-itungannya itu begitu dan sudah dirembuk sebenarnya dengan teman-teman dari partai Koalisi Indonesia Maju," ucap dia.