kumparan
22 Februari 2019 14:44

Debat Hadapi Sandi, Ma'ruf Amin Dimentori Dokter, Profesor, dan Buruh

KH. Ma'ruf Amin
KH. Ma'ruf Amin. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mulai mempersiapkan diri menjelang debat ketiga Pilpres yang akan digelar pada 17 Maret 2019, khusus melawan cawapres Sandiaga Uno alias tanpa capres.
ADVERTISEMENT
Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Maruf Amin, Usman Kansong, mengungkapkan Ma’ruf akan dibantu oleh para pakar atau asosiasi profesi yang sesuai dengan materi debat.
Tema yang akan diangkat di debat ketiga adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.
Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong
Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
“Untuk materi ada perubahan, kemarin lingkungan hidup kita libatkan Bu Emmy Hafid, Agus Sari, Arif Budimanta (Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional). Nanti mungkin kita libatkan lagi. Kita banyak punya caleg doktor di PDIP banyak, ada Profesor Hasbullah Tabhrany (UI), ada Profesor Aca (Abdul Razak dari Unhas),” kata Usman di Posko Cemara, Jumat, (22/2).
“Di luar silakan saja yang ingin memberikan masukan. Ada organisasi buruh yang berpihak ke kita, kita sudah tahu, dan bisa memberikan masukan,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

“Ya enggak bedalah sama yang kemarin-kemarin. Kita kan timnya enggak berubah, mungkin untuk materi saja."

Usman mengaku masih menunggu KPU mengenai format debat ketiga untuk menyesuaikan penampilan Ma’ruf. Soal anggapan Ma’ruf akan menjadikan panggung debat sebagai mimbar khutbah, Usman tak soal.
“Kita ingin menjadikan Pak Kiai sebagai dirinya sendiri, sebagai kiai. Dia, saya kira otomatis, dia ngomong di mana-mana, ngomong sama saya pun kemaren ayat-ayat itu pun keluar. Yang relevan tentu saja, namanya kiai, kita biarkan beliau seperti itu sejauh itu relevan, kan tidak ada larangannya juga,” tutur Usman.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan