News
·
9 November 2020 16:37

Deklarator Sebut KAMI Tetap Gerakan Moral, Bukan Bagian Partai Masyumi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Deklarator Sebut KAMI Tetap Gerakan Moral, Bukan Bagian Partai Masyumi (325238)
Petinggi KAMI Ahmad Yani. Foto: Dok. Istimewa
Salah satu deklarator Partai Masyumi reborn Ahmad Yani menepis anggapan KAMI menjadi partai dengan adanya deklarasi partai tersebut. Yani yang juga merupakan bagian dari KAMI menjelaskan, sebenarnya Masyumi reborn sudah direncanakan sejak tahun 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, KAMI baru dideklarasikan tahun ini.
"Enggak beda jauh sekali (KAMI dan Masyumi). KAMI adalah berbeda, jadi jauh. Sebelum ada KAMI, saya sudah masuk aktif di Masyumi reborn, kita Masyumi reborn itu sudah melakukan silaturahmi keluarga besar anak cucu dan pencinta Masyumi pada tanggal 7 Maret 2019," kata Yani saat dihubungi, Senin (9/11).
"Maka dikenal namanya Masyumi reborn. Nah sedangkan KAMI lahirnya 18 Agustus," tambahnya.
Yani pun menegaskan KAMI merupakan gerakan moral yang tak akan berubah menjadi ormas maupun parpol. Eks politikus PPP itu menuturkan KAMI tidak bergerak dalam politik praktis.
"KAMI ini bukan ormas bukan organisasi parpol. KAMI ini organisasi gerakan moral dan gerakan intelektual, gerakan politiknya adalah gerakan politik moral menyampaikan pokok-pokok pikirannya menghadapi menurut pandangan KAMI bahwa Indonesia ini akan tenggelam oleh karena itu perlu diselamatkan," ujarnya.
Deklarator Sebut KAMI Tetap Gerakan Moral, Bukan Bagian Partai Masyumi (325239)
Din Syamsuddin (tengah) pada deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Foto: Youtube/Realita TV
"Jadi tidak mungkin KAMI menjelma menjadi ormas apalagi parpol karena di KAMI kehadirannya bukan organisasi-organisasi tapi individu-individu," tegas Yani.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, ia pun memastikan KAMI tak akan menjadi sayap Partai Masyumi. Sebab, setiap orang yang tergabung dalam KAMI memiliki eksistensi masing-masing.
"Enggak mungkin dong (jadi sayap partai) karena orangnya sudah punya eksistensinya masing-masing, tidak mungkin. Jangankan KAMI mau menjadi sayap, menjadi ormas atau parpol saja enggak mungkin," tandas Yani.