Demi Pemulihan Ekonomi, Mendes Dukung Work From Bali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengunjungi BUMDes Jenu Raya di Komplek Kantor Kecamatan Jenu, dan Desa Wisata Pantai Semilir di Desa Socorejo Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (30/5).  Foto: Kemendes PDTT
zoom-in-whitePerbesar
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengunjungi BUMDes Jenu Raya di Komplek Kantor Kecamatan Jenu, dan Desa Wisata Pantai Semilir di Desa Socorejo Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (30/5). Foto: Kemendes PDTT

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendukung program Work From Bali (WFB) guna pemulihan ekonomi nasional.

Alasan Gus Menteri, sapaan akrabnya, mendukung program ini karena Bali adalah ikon pariwisata Indonesia yang telah dikenal dunia, sehingga pemulihan ekonomi harus berorientasi pada wisata.

“Bentuk dukungan dari Kementerian Desa akan melakukan hal sama dengan membuka seluruh desa wisata di Pulau Bali sebagai landasan pemulihan ekonomi,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Gus Menteri mengatakan, sektor pariwisata Bali harus segera dibangkitkan kembali secara bertahap.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Abdul Halim Iskandar saat kunjungan di Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (29/5/2021). Foto: Mugi/KemendesPDTT

Atas dasar itu, Kemendes PDTT mendukung program WFB yang dicanangkan pemerintah untuk membuka seluruh sektor pariwisata di Bali yang nantinya akan digunakan selama bekerja.

“Untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi pada sektor pariwisata, kami mendukung penuh program pemerintah melakukan skema Work From Bali untuk pemulihan ekonomi di daerah ini,” ujar mantan Ketua DPRD Jawa Timur.

Meski demikian, Gus Menteri memberi catatan bahwa pembukaan kembali desa wisata harus selektif. Ia meminta tim seleksi harus benar-benar memastikan desa mana saja yang boleh dibuka mengingat situasi pandemi yang belum mereda.

“Jika pariwisata di pulau Dewata Bali dibuka secara luas, maka yang harus diperhatikan kasus COVID-19, harus betul-betul diseleksi (desa wisata yang dibuka) dan di desa juga harus menjadi bagian itu karena ini kita bicara soal Bali,” jelasnya.

Desa Penglipuran, Bali Foto: Dok. Kemenparekraf

Saat ini, Kemendes PDTT juga sedang fokus untuk pengelolaan BUMDes sebagai kunci pemulihan ekonomi di level desa.

Ini terbukti dan bukan hanya teori karena desa yang terus berinovasi dalam pengelolaan BUMDes sukses menurunkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan yang bersumber dari Dana Desa.

Jika nanti 74.961 desa ini bergerak bersama dalam pemulihan ekonomi nasional meski level desa, maka kontribusinya sangat luar biasa bagi pemulihan ekonomi secara nasional.