News
·
22 April 2021 1:53

Demo Anti-Lockdown di Jerman Ricuh, 150 Orang Ditangkap Polisi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Demo Anti-Lockdown di Jerman Ricuh, 150 Orang Ditangkap Polisi (126325)
Sejumlah demonstran saat aksi protes di dekat Gerbang Brandenburger di Berlin, Rabu (18/11). Foto: Christian Mang/REUTERS
Polisi di Jerman terlibat bentrok dengan ratusan demonstran di Berlin yang menolak lockdown pada Rabu (21/4). Sebanyak 2.200 petugas kepolisian bersiaga di Berlin demi mengendalikan aksi demonstrasi yang memanas.
ADVERTISEMENT
Mengutip Reuters, kepolisian Jerman mengatakan mereka akan membubarkan aksi protes karena para demonstran tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.
Polisi akhirnya mengamankan sekitar 150 demonstran akibat tidak mengindahkan aturan pembatasan jarak dan beberapa dari mereka menyerang petugas.
Petugas juga harus menggunakan semprotan merica pada demonstran yang rusuh, seperti mereka yang melempar botol dan mencoba memanjat palang pembatas.
“Perdamaian, kebebasan, tolak kediktatoran!” merupakan seruan para demonstran dalam aksinya. Penolakan terhadap lockdown tersebut diakibatkan oleh pandangan bahwa lockdown merusak nilai-nilai yang tertanam dalam konstitusi.
Demo Anti-Lockdown di Jerman Ricuh, 150 Orang Ditangkap Polisi (126326)
Model virus corona terlihat melekat pada tanda selama protes terhadap pembatasan COVID-19 pemerintah di Kassel, Jerman (20/3). Foto: Thilo Schmuelgen/Reuters
Karena masa lalu yang cukup kelam dengan adanya Nazi dan Komunisme, warga Jerman jadi lebih sensitif terhadap tindakan apa pun yang dianggap membatasi pergerakan dan kebebasan mereka.
ADVERTISEMENT
Kanselir Jerman Angela Merkel menetapkan Undang-undang baru pengendalian corona akibat beberapa wilayah Jerman menolak memberlakukan aturan ketat untuk menahan penyebaran virus corona yang tengah melonjak.
Undang-undang baru tersebut menyebabkan pemerintah mampu menetapkan jam malam, mulai pukul 22.00 sampai 05.00.
Pemerintah juga dapat membatasi perkumpulan yang bersifat pribadi, kegiatan olahraga, dan pembukaan toko-toko. Sekolah juga akan kembali ditutup jika kejadian infeksi virus corona melebihi 165 kasus per 100.000 penduduk.
Jerman melaporkan peningkatan sebanyak 24.884 kasus COVID-19 pada Rabu (21/4), sehingga total kasus positif mencapai hampir 3,19 juta. Angka kematian akibat corona di Jerman mencapai 80.634 jiwa. Hal tersebut berpotensi membuat ICU kewalahan jika penyebaran virus tidak segera ditangani.