kumparan
6 Juni 2018 20:38

Demokrat Harap Prabowo Usung Capres Baru: Pernah Maju Tapi Gagal

Pertemuan SBY dan Prabowo
Pertemuan SBY dan Prabowo (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengungkap bahwa jajaran internal Partai Demokrat secara halus tak menginginkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto maju di pillres mendatang. Hal ini disampaikan Demokrat ketika melakukan lobi-lobi ke PKS.
ADVERTISEMENT
Menanggapi pernyataan tersebut, Kadiv Hukum dan Advokasi Demokrat Ferdinand Hutaheaen secara tak langsung turut membenarkan. Menurut dia, hal ini beralasan sebab Prabowo sudah beberapa kali maju dalam kontestasi pilpres namun selalu gagal.
"Kita kan melihat Pak Prabowo ini sudah pernah running capres-cawapres tapi memang selalu gagal," kata Ferdinand kepada kumparan, Rabu (12/6).
Ia mengatakan partainya cenderung melahirkan sosok baru yang potensial untuk diusung di 2019. Argumentasi ini, kata Ferdinand, sudah disampaikan ke Demokrat.
"Partai Demokrat memang melihat seandainya beliau berkenan, coba kita lihat sosok-sosok yang lebih pas kapasitas dan kapabilitas untuk kita majukan," jelasnya.
"Ini kami menawarkan ini dari Demokrat, Gerindra juga menawarkan hal lain jadi ini yang dinegosiasikan. Coba kita sama-sama memikirkan calon barulah gitu. Ini biasa tawar-menawar," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Meski menawarkan opsi itu, dia menegaskan bahwa tak ada niat dari partainya untuk menghalangi Prabowo maju di pilpres 2019.
"Itu sebetulnya tidak ada niat bagi Demokrat menghalangi Pak Prabowo untuk maju atau tidak jadi. Kalau dalam politik itu wajar ada negosiasi, bahwa kita menawarkan untuk koalisi," jelasnya.
Jika nanti dalam penawaran itu tak ada titik temu, maka bukan berarti negosiasi gagal. Ferdinand yakin ada sejumlah alternatif lain yang bisa diperjuangkan kembali.
"Kita menawarkan. Kalau Pak Prabowo berkenan bagus. Kalau enggak berkenan nanti kan beliau akan menawarkan opsi lain kalau ada. Jadi ini bagian bargaining parpol yang kita tawarkan," tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan