kumparan
13 Feb 2019 21:58 WIB

Demokrat Nilai Pidato Grace soal Nasionalis Gadungan Tampar Jokowi

Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon Foto: Fahrian Saleh/kumparan
Ketum PSI Grace Natalie saat berpidato di Yogyakarta menyebut ada partai dan politikus nasionalis gadungan karena diam melihat fenomena intoleransi dan melakukan korupsi. Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mengaku tertawa mendengarkan pidato tersebut.
ADVERTISEMENT
"Saya hanya bisa tertawa dengar pidato Grace Natalie ini. Lama-lama jadi Partai Sensasi Indonesia, PSI ini," kata Jansen kepada wartawan, Rabu (13/2).
Menurutnya, Grace mungkin sedang lupa kasus intoleransi yang terjadi di era Presiden Jokowi yang didukung PSI di Pilpres 2019. Salah satunya, kasus Meiliana di Tanjungbalai, Sumatera Utara yang disoroti Grace, juga terjadi di era Jokowi.
"Jadi nampar Jokowi, presiden yang dia dukung sendiri pidato Grace itu. Artinya kalau mengikuti pidato Grace ini, presiden sekarang nasionalismenya berarti gadungan dong?" ucap Jansen.
"Diam saja ketika Ibu Meliana dipersekusi dan bahkan akhirnya dihukum," imbuhnya.
Tak hanya menampar Jokowi, pidato Grace, menurut Jansen ikut menampar partai koalisi pendukung Jokowi.
ADVERTISEMENT
"Termasuk narasi nasionalis gadungan adalah partai-partai yang rutin mengirim kader-kader mereka untuk 'sekolah' di KPK. Apa itu tidak menampar teman kolisinya sendiri juga?" tutur Jansen.
Ketua Umum PSI Grace Natalie. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Oleh sebab itu, Jansen menilai sebaiknya pidato Grace ditujukan langsung ke Jokowi dan partai koalisinya. Dia mengatakan hal itu dilakukan agar segera sadar nasionalis yang mengelola negara saat ini gadungan.
"Untuk itulah maka koalisi kami ingin perubahan, mengganti presiden dan yang berkuasa sekarang melalui Pemilu 17 April 2019 nanti," pungkas Jansen.
Grace Natalie sebelumnya menyebut ada sejumlah partai maupun politikus yang merupakan nasionalis gadungan. Pernyataan tersebut dilontarkan lantaran ada partai dan politikus yang terdiam saat terjadi peristiwa intoleran.
“Dua agenda kami antikorupsi dan antiintoleransi. Kami tidak mau pada nasionalis gadungan yang tidak bersuara. Menyebut dirinya nasionalis, tapi ketika ada peristiwa-peristiwa intoleransi terjadi dan semakin marak di negeri ini, mereka diam tak bersuara,” kata Grace di sela-sela Festival 11 Yogyakarta di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Senin (11/2).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan