Politik
·
9 November 2018 13:06

Demokrat: Politik Genderuwo Bumerang kepada Jokowi Sendiri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Demokrat: Politik Genderuwo Bumerang kepada Jokowi Sendiri (50492)
Ferdinand Hutahaean. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Presiden Joko Widodo kembali menyinggung politikus Indonesia. Kali ini, Jokowi menyinggung politikus yang kerap menakuti rakyat dan menyebut mereka menerapkan politik genderuwo.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal ini, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku setuju dengan pernyataan Jokowi itu. Namun dia menyebut, kelompok yang selama ini menakut-nakuti rakyat adalah pemerintah sendiri.
"Pak Jokowi itu menyampaikan sesuatu yang faktual, menurut saya. Tetapi beliau lupa bahwa kelompok pemerintah inilah yang justru menciptakan banyak ketakutan kepada masyarakat," kata Ferdinand saat dihubungi, Jumat (9/11).
Ferdinand menilai, ada banyak ketakutan yang ditimbulkan oleh pemerintah. Mulai dari ketakutan untuk mengkritik, mencari keadilan, hingga ketakutan untuk mencari pekerjaan karena terbatasnya lapangan pekerjaan.
"Ketakutan mengkritik sekarang muncul di tengah masyarakat, ketakutan mencari keadilan muncul di tengah masyarakat, ketakutan bersuara muncul di tengah masyarakat, ibu-ibu ketakutan besok akan kasih makan apa ke anak-anaknya, petani takut dan guru honorer takut, anak-anak milenial yang baru akan lulus sekolah ketakutan enggak dapat lapangan pekerjaan. Jadi ini semua yang menciptakan ketakutan ini siapa, ya pemerintah yang dipimpin Jokowi," tuturnya.
ADVERTISEMENT
"Jadi kalau Jokowi menyebut yang menciptakan ketakutan itu genderuwo, ya bumerang kepada dirinya sendiri," ujarnya.
Demokrat: Politik Genderuwo Bumerang kepada Jokowi Sendiri (50493)
Jokowi di Kompleks Istana Merdeka. (Foto: Dok. Biro Pers Setpres)
Ferdinand juga mengaku tidak pernah menemukan pernyataan politik politikus yang berniat menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat. Ia kembali menegaskan bahwa selama ini pemerintah dan kelompok pendukungnya adalah orang yang bertanggungjawab menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.
"Saya tidak menemukan satu statement saja dari Prabowo yang kemudian membuat rakyat takut. Saya juga tidak menemukan statement dari politisi yang lain dari Pak SBY, dari Zulkifli Hasan, dari Sohibul Iman sebagai ketua umum partai-partai," imbuhnya.
Ferdinand menyebut, salah satu ketakutan yang sedang diciptakan oleh pemerintah melalui hashtag Jangan Suriahkan Indonesia. Hashtag itu, kata dia, dibuat oleh pemerintah dan kelompok pendukungnya.
ADVERTISEMENT
"Siapa memang yang mau men-Suriah-kan Indonesia? Siapa yang mau membunuh saudaranya? Tidak ada. Tidak ada orang Indonesia ini yang mau saling bunuh-bunuhan. Sama sekali tidak ada," tegasnya.
"Jadi kalau ada opini yang mereka bangun Jangan Suriahkan Indonesia, itulah bagian dari menakut-nakuti masyrakat. Jadi semua yang mereka sampaikan itu ya kebijakan-kebijakannya yang menakutkan masyarakat," pungkasnya.