kumparan
10 Oktober 2019 5:56

Denny Indrayana Siap Maju dalam Pilgub Kalimantan Selatan

Lipsus Gugatan Prabowo-Sandiaga ke MK
Denny Indrayana Foto: Johanes Hutabarat/kumparan
Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana bakal terjun dalam kontestasi politik di Kalimantan Selatan. Dia menyatakan siap untuk menjadi calon gubernur di provinsi tersebut dalam Pilkada 2020.
ADVERTISEMENT
Denny yang lahir di Pulau Laut, Kalimantan Selatan, merasa terpanggil untuk membangun kampung halamannya. Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada ini merasa Kalimantan Selatan bisa dibangun jadi lebih sejahtera dengan manajemen kepemimpinan yang baik dan antikorupsi.
Tim Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana.
Denny Indrayana hadiri diskusi Polemik "MK adalah Koentji" di Jakarta, Sabtu (25/5). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Saat ini, Denny sudah mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Gubernur Kalimantan Selatan di Partai NasDem. Namun, dia juga tidak menutup kemungkinan maju dari jalur independen.
Berikut kutipan wawancara kumparan dengan Denny Indrayana pada Rabu (9/10), soal rencananya ikut dalam Pilgub Kalimantan Selatan:
kumparan (k): Saya dengar Anda mau maju sebagai cagub di Pilkada Kalimantan Selatan?
Denny Indrayana (D): Bismillah, Insyaallah siap. Meski ini baru proses awal. Selanjutnya tetap harus mendapatkan tiket pencalonan dari parpol, atau langsung dari pemilih.
ADVERTISEMENT
k: Motivasi apa yang membuat Anda tiba-tiba ingin maju menjadi Gubernur Kalsel?
D: Saya dilahirkan di Pulau Laut, Kalsel, dan besar di Banjarbaru. Bagaimanapun ada panggilan jiwa untuk ikut berkontribusi membangun Banua, kampung halaman. Kalsel itu kaya, harusnya dengan manajemen pembangunan yang amanah dan antikorupsi, rakyat Kalsel bisa lebih sejahtera, maju, sehat dan makin bahagia dunia-akhirat.
k: Anda akan maju lewat jalur parpol atau jalur independen?
D: Saya akan jajaki dua-dua kemungkinan itu. Kepada semua parpol saya akan jajaki kemungkinan kerjasama dengan visi dan misi yang sama: antikorupsi. Semoga ada yang tertarik dan berkolaborasi untuk kalsel yang lebih baik, lebih maju, lebih beriman. Alternatif lain, memang maju lewat jalur independen.
ADVERTISEMENT
k: Sampai saat ini parpol apa yang sudah Anda dekati?
D: Sudah ada beberapa partai yang saya bertemu pimpinannya. Berbicara dan bertukar pikiran, insya Allah semua sedang berproses.
k: Untuk mendapatkan dukungan parpol, selling point apa yang Anda tawarkan agar parpol tertarik mendukung Anda?
D: Tidak elok kalau saya bicara selling point. Konsep yang saya yakini dan ingin tawarkan bukan jual beli. Karena itu saya tertarik mengambil formulir pendaftaran di Partai NasDem yang menekankan tidak ada mahar politik. Yang pasti, yang kami tawarkan adalah visi misi Kalsel yang lebih amanah, lebih antikorupsi, karena itu akar segala masalah. Dengan pemerintahan yang lebih amanah, insyaallah banyak masalah di Kalsel yang bisa diatasi dan diselesaikan.
Mahkamah Konstitusi, Denny Indrayana
Tim kuasa hukum BPN, Denny Indrayana, saat menyampaikan Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6). Foto: Helmi Afandi/kumparan
k: Sebagai pegiat antikorupsi, profesor hukum, apakah Anda masih yakin masih ada parpol yang tertarik hanya karena visi-misi dan antikorupsi?
ADVERTISEMENT
D: Kita harus yakin. Sekaligus harus konsisten untuk terus bersama-sama mendorong dan memperjuangkan politik antikorupsi, antimahar, anti money politics, apalagi dengan parpol.
k: Bisa dikatakan, Anda ingin maju Pilkada Kalsel tanpa bekal uang yang cukup?
D: Tidak bisa dinafikan semua usaha pasti butuh modal financial, apalagi berpolitik. Tetapi saya ingin memperjuangkan pemahaman berpolitik dan maju pilgub itu tidak harus mahal. Dana kampanye yang akan saya kumpulkan akan mengandalkan partisipasi rakyat pemilih kalsel yang punya nawaitu sama membangun kalsel yang lebih amanah dan lebih maju lahir-batin, dunia-akhirat. Saya yakin, masyarakat Kalsel yang agamis memahami itu, dan bisa berjuang bersama-sama mewujudkannya, insyaallah.
k: Sudah jamak terjadi di mana-mana, ada kekuatan modal di setiap Pilkada. Calon yang banyak modal lebih berpeluang. Saya dengar ada orang kuat di Kalsel yang pasti akan melibatkan diri di Pilkada 2020 ini. Bagaimana Anda melihat ini?
ADVERTISEMENT
D: Bismillah, sebagai insan kewajiban kita adalah berikhtiar semaksimal mungkin. Tentang bagaimana hasilnya, kalah-menang kita serahkan dengan yang di Atas. Soal dukungan pemodal kuat, itu sudah diatur dalam UU Pilkada, bagaimana besaran maksimal dan sanksinya jika dilanggar. Kita harus patuhi saja aturan itu.
Yang penting, saya ingin mendorong pilgub di Kalsel sebagai salah satu contoh pilgub yang fair, adil, dan tanpa politik uang, harus bisa.
k: Bagaimana dukungan dari kolega-kolega Anda - terutama di kalangan antikorupsi, terkait rencana majunya Anda di Pilkada?
D: Informasi ini belum luas diketahui publik. Tentu saja saya berharap rekan dan aktivis antikorupsi bisa memberikan dukungan, karena sejatinya ini bukan ikhtiar pribadi saya sendiri, tapi upaya untuk lebih menciptakan sistem pemerintahan yang lebih amanah dan antikorupsi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan