News
·
19 April 2021 8:33

Depresi Putus Cinta, WN Rusia di Bali Mabuk Lalu Curi Helm

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Depresi Putus Cinta, WN Rusia di Bali Mabuk Lalu Curi Helm (114283)
WN Rusia mabuk dan curi helm di Bali. Foto: Dok. Istimewa
Seorang WN Rusia bernama Ivan Kashataev (25), mencuri sejumlah helm di Bali. Aksi itu dilakukan lantaran ia depresi setelah putus cinta.
ADVERTISEMENT
Buntut dari peristiwa itu, Ivan sempat berurusan dengan kepolisian. Sebab WN Amerika Hana Leona (37) dan WN Jerman Ronald Jauh (23) melapor polisi mereka telah kehilangan helm.
“Pelaku mencuri helm dalam kondisi depresi dan stres serta pengaruh alkohol karena putus cinta dan sendiri tinggal di Bali,” kata Kasat Reskrim Polsek Mengwi Iptu Ketut Wiwin Wirahadi saat dihubungi, Senin (19/4).
Depresi Putus Cinta, WN Rusia di Bali Mabuk Lalu Curi Helm (114284)
WN Rusia mabuk dan curi helm di Bali. Foto: Dok. Istimewa
Wiwin mengatakan, kasus ini bermula pada Kamis (15/4). Ivan kala itu bermain surfing dan minum alkohol di Pantai Pererenan, Badung, Bali. Setelah semalaman suntuk di pantai, Ivan pulang ke vila tempat dia menginap di Kota Denpasar dengan kondisi mabuk berat.
Dalam perjalanan, dia melihat dua unit motor parkir disertai helm di sebuah vila di Kawasan Pererenan. Ivan lalu mengambilnya dan melanjutkan perjalanan ke vila.
ADVERTISEMENT
“Pelaku mengakui mengambil helm tersebut. Pada saat itu kondisi stres dan depresi serta selesai minum alkohol di pinggir pantai pada saat kembali ke vila melihat ada helm di atas motor dan ingin mengambilnya,” kata Wiwin.
Depresi Putus Cinta, WN Rusia di Bali Mabuk Lalu Curi Helm (114285)
WN Rusia mabuk dan curi helm di Bali. Foto: Dok. Istimewa
Lalu pada Jumat (16/4), Ivan yang telah sadar tiba-tiba melihat ada 4 buah helm di rumahnya. Helm tersebut terdiri dari 2 buah helm orang dewasa dan 2 buah helm anak-anak.
Kemudian pada Sabtu (17/4), anggota polisi mendatangi Ivan dan bertanya soal helm. Ivan lalu meminta maaf kepada polisi dan korban. Dia mengaku khilaf dan tak bermaksud melakukan pencurian.
“Setelah sampai di vila tempat tinggalnya langsung tidur dan keesokan harinya baru menyadari bahwa telah melakukan pencurian helm dan ingin mengembalikan helm tersebut karena takut karma,” kata dia.
ADVERTISEMENT
Menurut Wiwin, para korban memaafkan Ivan. Mereka bersepakat berdamai dan tak melanjutkan kasus ini di kepolisian.