kumparan
27 Okt 2017 9:52 WIB

Desakan CIA Bikin Trump Tak Rilis Dokumen Kunci Pembunuhan Kennedy

John F. Kennedy (Foto: Reuters)
Perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk merilis ribuan dokumen terkait pembunuhan mantan Presiden John F Kennedy mengundang pro-kontra.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, Trump tidak membuka beberapa dokumen penting dan kunci untuk menguak takbir misteri pembunuhan tersebut.
Mengenai tidak dibuka semua dokumen, Trump mengeluarkan pembelaan. Dia menyebut ada beberapa dokumen dan laporan yang tidak bisa dirilis hingga saat ini karena menyangkut masalah keamanan negara.
Selain itu, indikasi lain Trump menahan beberapa dokumen karena mendapat tekanan dari beberapa pemegang kepentingan, salah satunya Badan Pusat Intelijen (CIA). Dugaan itu muncul karena Direktur CIA Mike Pompeo adalah orang yang memimpin perdebatan dan penolakan perilisan dokumen oleh Gedung Putih.
Menurut seorang pejabat pemerintah AS yang namanya dirahasiakan, Pompeo menginginkan sejumlah materi disimpan dan tidak boleh menjadi komsumsi publik.
Donald Trump (Foto: AFP/Mandel Ngan)
"Saat Kennedy terbunuh lebih dari setengah abad lalu, banyak dokumen yang berisi investigasi dari medio 1970an sampai 1990an," ucap pejabat tersebut seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/10).
ADVERTISEMENT
"Intelijen dan penegak hukum menentang perilisan dokumen karena membahayakan beberapa entitas pejabat keamanan saat ini dan beberapa dokumen masih memiliki relevansi dengan masa sekarang," tamba dia.
Kata pejabat itu, Trump sebenarnya bersikeras untuk mengeluarkan semua dokumen, termasuk beberapa yang sifatnya rahasia.
"Dia (Trump) menyetujui (perilisan beberapa dokumen saja) didasari desakan besar, tapi dia memerintahkan peninjauan kembali dan (dokumen) akan dirilis dalam enam bulan ke depan," ucap dia.
Lewat Twitter pribadinya Trump menyampaikan alasan kenapa dia memerintahkan perilisan dokumen pembunuhan Kennedy. Politikus Partai Republik tersebut menyatakan, warga AS berhak mempunyai akses luas terkait laporan insiden tersebut.
"Oleh karena itu, saya memerintahkan hari ini tabir tersebut dibuka," sebut Trump.
"Dengan ini, saya telah memberi perintah bagi seluruh instansi, pengungkapan penuh (seluruh arsip pembunuhan Kennedy) akan ditunda karena alasan peninjauan informasi dan saya memerintahkan pengungkapan sebanyak mungkin dokumen tanpa harus membahayakan operasi pertahanan, intelijen, penegakan hukum, dan kebijakan luar negeri kami," tambah dia.
ADVERTISEMENT
Kennedy ditembak dari jarak jauh ketika berada di iring-iringan mobil kepresidenan di Dallas, Texas pada 22 November 1963. Tak lama setelah terbunuh pria bernama Lee Harvey Oswald ditangkap karena dituduh sebagai eksekutor Kennedy.
Badan Intelijen AS, CIA (Foto: AP Photo)
Walau begitu, kematian tragsi Kennedy meninggalkan tanda tanya dan diliputi sejumlah teori konspirasi. Salah satu yang paling heboh adalah dugaan keterlibatan CIA.
Menurut laporan New York Times yang terbit tiga tahun usai Kennedy tewas, sebenarnya sang presiden berniat membubarkan CIA. Pikiran tersebut diduga datang setelah CIA yang ditugaskan memimpin operasi rahasia menggulingkan pemimpin Kuba Fidel Castro gagal menjalankan misi itu.
Intervensi dan invasi gagal di Kuba telah mencoreng nama baik Kennedy di dunia internasional. Sebab, saat dilantik Presiden kharismatik ini menyuarakan soal kebebasan.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa hal yang diduga memperlihatkan keterlibatan CIA. Salah satunya, ditunjuknya Allen Dules, mantan direktur CIA, untuk menjadi anggota Komisi Warren yang adalah badan independen untuk memeriksa dan menginvestigasi kasus pembunuhan Kennedy.
John F. Kennedy (Foto: Reuters)
Dimasuknya nama Dulles jelas membuat komisi Warren dipertanyakan independensinya.
Walau begitu, rencana pembubaran CIA oleh Kennedy tersebut memang agak kurang bisa dibuktikan. Di antara semua media, hanya New York Times yang menuliskan bahwa Kennedy pernah mengutarakan kalimat serupa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan