kumparan
18 Februari 2020 16:36

Di DPR, Anggota Komisi II Nasihati Kepala BPIP soal Agama dan Pancasila

Rapat Kerja Perdana Komisi II DPR dan BPIP.
Rapat Kerja Perdana Komisi II DPR dan BPIP. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus, sempat menyinggung pernyataan Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi soal 'agama menjadi musuh terbesar Pancasila'.
ADVERTISEMENT
Saat rapat kerja Komisi II DPR dengan BPIP, Guspardi mencecar Yudian soal pernyataannya itu. Menurut Guspardi, kalimat yang diucapkan Yudian sangat menyinggung umat beragama, bahkan terkesan melecehkan agama.
"Saya ingin minta klarifikasi, walau pun di beberapa medsos juga sudah ada klarifikasi itu. Tapi kalimatnya itu menurut hemat saya sangat menyinggung umat dan agama apa pun, karena terkesan dari komentar yang diungkapkan itu melecehkan agama," kata Guspardi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jakarta, Selasa (18/2).
"Ini tentu apa pun alasan profesor, ini nasi sudah menjadi bubur. Anggapan orang macam-macam, Prof. Wajah prof itu di WA berbagai model. Tentu saya prihatin," lanjutnya.
Ia menilai pernyataan tersebut sangatlah tidak elok diucapkan oleh Yudian sebagai Kepala BPIP. Guspardi pun memberikan nasihat agar ia bisa mencirikan BPIP sebagai pembawa kedamaian kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Nasihat saya adalah tentu bagaimana supaya elok, bagaimana supaya damai, bagaimana supaya tenteram. Ya Pancasila itu kan gitu. Damai, tenteram harmoni dan lain sebagainya," tuturnya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Yudian Wahyudi (kiri) saat pelantikan menjadi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/2). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Legislator dapil Sumbar itu mengaku satu almamater dengan cendekiawan Islam seperti Din Syamsudin dan Azyumardi Azra di UIN Jakarta. Sehingga, ia sedikit banyak mengerti apa yang disampaikan Yudian.
Menurut Guspardi, walaupun Yudian seorang profesor, dia bakal sulit mengembalikan kepercayaan BPIP di mata masyarakat.
"Padahal tugas berat prof, sebagaimana diungkapkan tadi apa yang dipesankan oleh Presiden. Bagaimana Pancasila merupakan wadah istilah prof, ibarat minum merasakan. Kan itu yang ingin diperhatikan. Sekarang mau mulai saja memunculkan distrust kepada prof," ujarnya.
Selain itu, Guspardi mengingatkan Yudian bahwa dunia akademik yang selama ini menjadi dunianya berbeda dengan ruang publik.
Rapat Kerja Perdana Komisi II DPR dan BPIP.
Rapat Kerja Perdana Komisi II DPR dan BPIP. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
"Saya yakin kapasitas prof untuk memimpin ini sangat mumpuni, tetapi berbeda sebagaimana prof sampaikan antara dunia akademik dengan publik. Dulu orang enggak tahu prof siapa, tapi kalau sekarang ini jadi kelihatan dari semua penjuru," tutup Guspardi.
ADVERTISEMENT
Pernyataan Yudian mengenai agama menjadi musuh terbesar Pancasila menuai polemik. Dia mengatakan, ada kelompok yang mereduksi agama untuk kepentingan sendiri. Tentu, hal itu tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Namun, kepada kumparan, Yudian Wahyudi kemudian meluruskan pernyataannya soal 'agama menjadi musuh terbesar Pancasila' yang menjadi perdebatan itu. Yudian yang juga Rektor UIN Sunan Kalijaga ini mengingatkan untuk tidak menghadapkan Pancasila dengan agama.
"Karena agama dengan Pancasila itu saling mendukung," ujar Yudian beberapa waktu lalu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan