kumparan
27 Des 2018 13:00 WIB

Di Musrenbang 2019, Anies Minta Warga Tingkatkan Interaksi Sosial

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan) usai musyawarah perencanaan pembangunan Tahun 2019. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan arahan kepada Perwakilan Pendamping Rembug RW, Fasilitator Pendamping Rembuk RW, Subanppeko/Kab, dan Bappeda pada Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2019. Hal ini dilakukan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2020.
ADVERTISEMENT
Dalam acara tersebut, Anies menyampaikan salah satu hal yang perlu ditekankan yaitu hubungan sosial yang semakin renggang di masyarakat Ibu Kota. Menurutnya hal tersebut perlu segera dibenahi.
"Di Jakarta semakin hari hubungan sosialnya semakin rendah, yang ada hubungan ekonomi. Apakah salah? Tidak salah. Yang tidak boleh, hubungan sosialnya hilang," ujar Anies di Ruang Pola Bappeda Lantai 2 Blok G Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (27/12).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat melakukan perencanaan pembangunan Tahun 2019 dalam rangka Penyusunan RKPD Tahun 2020. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Menurutnya, peningkatan hubungan sosial bisa ditingkatkan lewat interaksi yang dibangun melalui interaksi di wilayahnya masing-masing, misalnya kampung per kampung. Dengan peningkatan interaksi ini, diharapkan kepercayaan antarwarga juga dapat ditingkatkan seperti sediakala.
"Kegiatan di kampung, di lingkungan harus kita rancang untuk meningkatkan interaksi antarwarga. Saya berharap Bapak Ibu jadikan kampung tempat berinteraksi ," tuturnya.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat penyusunan RKPD Tahun 2020. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Menurutnya kini hubungan di Jakarta berubah menjadi hubungan ekonomi. Tak ada lagi kepercayaan di antara masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Enggk salah (hubungan ekonomi), tapi jangan sampai hubungan sosialnya hilang, karena itu harus dicarikan kompensasinya, supaya hubungan kita tetap ada hubungan sosial. Dahulu kalau kos mau pergi ketok kos sebelah. Sekarang kenapa enggak pesan ojek online saja," ucapnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan