kumparan
search-gray
News2 Agustus 2020 18:52

Din Syamsuddin: Politik Dinasti Melabrak UU

Konten Redaksi kumparan
Din Syamsuddin: Politik Dinasti Melabrak UU (367149)
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin saat menghadiri Kongres Umat Islam ke-VII di Bangka Belitung. Foto: Andesta Herli Wijaya/ kumparan
Eks Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI). Dalam kesempatan itu, Din menyinggung kondisi sosial hingga politik Indonesia yang perlu diselamatkan bersama.
ADVERTISEMENT
Din mengatakan kondisi Indonesia ibarat kapal besar yang tengah goyang dan hampir karam. Saat ini, kata dia, salah satu yang harus dihadapi Indonesia yakni politik dinasti yang dinilai bertentangan dengan UU yang ada.
Din Syamsuddin: Politik Dinasti Melabrak UU (367150)
Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin, di kantor MUI, Jakarta Pusat, Jumat (19/4). Foto: Ajo Darisman/kumparan
"Menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan negara besar ini dari oligarki, kleptokrasi, politik dinasti yang bahkan dengan segala keangkuhan melabrak UU yang ada dan melanggar konstitusi UUD," kata Din di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8).
"Menyelamatkan Indoenesia adalah menyelamatkan bangsa ini dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme yang masih merajalela. Bahkan lingkaran terdekat dari kekuasaan itu sendiri," lanjutnya.
Selain itu, Din mengatakan di tengah pandemi corona, masyarakat yang kehilangan pekerjaan hingga siswa yang melakukan kegiatan belajar jarak jauh juga harus dibantu dan diselamatkan.
ADVERTISEMENT
"Menyelamatkan Indonesia adalah menyelematkan jutaan anak-anak banga generasi masa depan yang tidak dapat belajar secara normal, karena harus belajar secara daring. Sementara mereka kekurangan bahkan ketidaan pulsa dan negara tidak hadir untuk melindungi dan membantu mereka," kata dia.
Lebih lanjut, Din menjelaskan KAMI merupakan koalisi yang terdiri dari seluruh elemen masyarakat untuk menyelamatkan kondisi negara.
"KAMI koalisi aksi menyelamatkan Indonesia pada pemahaman saya adalah sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik. Kita bersatu, kita bersama sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia," ucapnya.
"Insyallah gerakan moral rakyat Indonesia ini akan berlangsung dan saya selalu mengatakan perjuangan kita tidak ada titik kembali," pungkas Din.
***
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white